orang merokok

Produsen Rokok Khawatir Kenaikan Cukai Bikin Rokok Ilegal Semakin Marak

Pemerintah kita akan menaikkan tarif cukai rokok cukup tinggi pada tahun depan. Kebijakan tersebut jelas akan menimbulkan dampak berupa kenaikan harga rokok, maraknya peredaran rokok ilegal, serta bangkrutnya beberapa Industri rokok golongan menengah kecil. Kebijakan yang tak baik untuk dijalankan.

Maka, tak heran jika banyak stake holder yang berhubungan dengan industri rokok ini menolak dan tidak setuju dengan rencana kebijakan pemerintah tersebut, misalnya Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO), Forum Masyarakat Industri Rokok (FORMASI) dan juga Gabungan Perserikatan Rokok Indonesia (GAPPRI). Semuanya menentang adanya kebijakan kenaikan tarif cukai rokok.

bungkus rokok

Ketua Gaprindo Muhaimin Moefti berpendapat, kenaikan tarif cukai rokok akan berimbas pada naikknya produksi rokok ilegal. Selain itu, kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai juga akan berimbas jumlah produksi rokok, serta berkurangnya banyak pabrik rokok yang pada titik tertentu bisa berdampak pada maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Industri rokok.

“Peredaran rokok ilegal yang sudah turun dari 12 persen menjadi 7 persen kemungkinan akan marak lagi. Harus diperhitungkan juga bahwa industri ini menyangkut kehidupan enam juta orang dari petani dan buruh,” ujar Ketua Muhaimin.

rokok

Ketua GAPPRI, Ismanu Soemiran juga turut bersuara. Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah harusnya mendukung suasana kondusif bagi Industri rokok. Bukan malah mengancam.

Saat ini, dari 600 pabrikan rokok yang memiliki izin, hanya 100 pabrikan yang masih beroperasi setiap harinya. Tak beroperasinya ratusan pabrik tersebut turut berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja, dari 600 ribu pekerja, kini yang tersisa hanya 450 ribu pekerja.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Forum Masyarakat Industri Rokok (Formasi) Andriono Bing Pratikno juga berpendapat keras soal kebijakan kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan. Ia menambahkan berkurangnya pabrikan rokok di Indonesia disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang tak memperhatikan kelangsungan industri hasil tembakau. Data dan informasi tersebut bisa diakses secara langsung. Misalnya dari data Bea Cukai yang merilis berapa persen industri yang mati karena policy maker yang salah dan sembrono.

rokok

Kebijakan yang tak tepat sasaran tentang industri rokok bukan hanya berpengaruh buruk untuk Industri rokok di Indonesia, namun juga pada kelangsungan hidup banyak orang, sebab ia merupakan salah satu industri yang paling banyak menyerap banyak tenaga kerja.

Category : Artikel