orang merokok

Rekomendasi Aneh APACT 12 di Bali Tentang Tenaga Kerja Anak-Anak

Ada yang menarik untuk ditanggapi dari acara APACT ke-12 di Bali minggu lalu. Konferensi Pengendalian Tembakau Se-Asia Pasifik (Apact) ke 12 yang berlangsung di Nusa Dua pada 13-15 September 2018 kemarin menghasilkan 14 rekomendasi yang diharapkan dapat diimplementasikan ke seluruh negara demi memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs) dan World Health Organization Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC).

rokok

Salah satu rekomendasi yang tak tepat untuk dilakukan adalah rekomendasi kedua yang menyoal perkebunan. Rekomendasi tersebut menyebutkan: mendorong 10 negara merancang rencana penggantian perkebunan tembakau dan menghilangkan penggunaan tenaga anak-anak dalam industri ini paling lambat 2025. Lembaga ILO juga didorong memutus kerjasama dengan industri tembakau.

Rekomendasi tersebut tentu saja sangat aneh. Sebab selama ini, informasi tentang adanya penggunaan tenaga kerja anak-anak dalam industri tembakau terbukti merupakan informasi yang salah dan menyesatkan.

pemetik cengkeh

Hal ini pernah ditelusuri kebenarannya dalam film dokumenter yang berjudul Tabayyun yang diproduksi oleh Narasi Indonesia. Film Dokumenter ini dibuat untuk membantah adanya anak-anak dalam industri tembakau di Indonesia yang diungkapkan oleh Human Rights Watch (HRW).

anak petani tembakau

Adanya anak-anak dalam Industri Tembakau khususnya di video documenter garapan HRW adalah manipulasi. Fakta ini diungkap secara jelas dalam Tabayyun.

Menurut petani dalam wawancara di film produksi HRW tersebut, apa yang dilakukan anak-anak dalam film tersebut adalah manipulasi. Tak benar jika mereka bekerja di ladang. Kalau membantu orangtuanya mungkin. Tapi mereka tak bisa berbuat banyak di ladang karena tak paham cara menanam tembakau. Misal, dalam satu fragmen di film HRW, ditampilkan adegan anak perempuan menanam tembakau. Padahal apa yang dilakukannya sama sekali tidak benar. Cara si anak menanam tembakau sama sekali tidak benar.

anak petani tembakau

Jika anak-anak petani dimintakan bantuan orangtuanya untuk ke ladang, pun tak bakal si anak dizinkan memegang tanaman tembakau. Mengingat tembakau adalah tanaman yang manja, salah sedikit urusan bakal menjadi rumit. Karenanya agak tak masuk akal jika para petani meminta anak-anak untuk mengurus tembakaunya. Sementara jika kita melihat apa yang dilakukan kelompok antitembakau yang betul-betul memanfaatkan keberadaan anak-anak sekolah dalam kampanyenya, terlihat betul watak eksploitatif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

Category : Artikel