manfaat rokok

Resep merokok dan tetap sehat

FS Swantoro yang pemikirannya kerap kita baca di media massa sekarang ini, memang hampir tak pernah meninggalkan rokok. Apalagi di forum-forum yang membutuhkannya otak bekerja lebih keras.

Pegiat Soegeng Sarjadi Syndicate ini telah tak bisa lepas dari rokok sejak di masa sekolah. Sambil bersembunyi di toilet ia mencuri kesempatan untuk merokok bersama kawan-kawan di SMA-nya. Dan ketika ia meneruskan di Universitas Parahiyangan di kota Paris van Java yang dingin, kebiasaan merokoknya bertambah.

Ia bercerita juga semasa aktif di bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PDI bersama Tarto Sudiro, Sukowaluyo, Angelina Patiasina, Mohctar Pakpahan, Soegeng Sarjadi, Laksamana Sukardi, dan Kwik Kian yang menjabat sebagai ketua Litbang PDI.

Di lingkungan itu, setiap kali pertemuan untuk mendiskusikan berbagai hal terkait kehidupan berbangsa dan bernegara, justru rokok tak bisa dilihat sebelah mata. Menjadi kurang semagat manakala diskusi tidak disertai dengan merokok.

Lelaki kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 8 September 1953 ini memang dikenal sebagai perokok berat. Di rumahnya istri dan anak-anaknya cukup toleran terhadapnya.

Sampai sekarang ia merokok, belum ganti merek rokok, dan masih tidak ada masalah dengan kesehatannya.

Sesungguhnya kesehatan manusia tidak hanya ditentukan oleh satu unsur, misalnya rokok. Tetapi dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pola hidup, pola makan dan minum, pola istirahat, olahraga, dan sebagainya.

Mengacu pada temuan bangsa China kuno, kesehatan manusia itu sangat dipengaruhi oleh energi yang masuk dan energi yang keluar. Jika energi yang masuk dan keluar seimbang, maka tubuh manusia menjadi sehat.

“Itulah prinsip hidup sehat menurut bangsa China kuno, yang saya terapkan dalam kehidupan saya,” kata FS Swantoro.

Dikutip dari Divine Kretek Rokok Sehat lewat blog Manfaat Rokok.

Sumber foto Eko Susanto (Flickr).