Orang Merokok

Mat Kretek: Satu Bungkus Rokok 50 Ribu, Maka Orang Merokok Harus Tanam Tembakau Sendiri!

Siang kemarin, Mat Kretek didatangi oleh Kartolo, kawannya. Dengan wajah berseri-seri dan sambil bersiul, Kartolo menyampaikan kabar bila sebentar lagi harga rokok akan naik menjadi Rp 50 ribu per bungkus. Itu artinya, orang seperti Mat Kretek tidak akan kebas-kebus mengeluarkan asap rokok. Bagaimana mau banyak kebas-kebus, kalau pendapatan harian Mat Kretek tidak pasti.

Rokok

“Rasain, sebentar lagi kamu akan berhenti jadi orang merokok, Mat,” kata Kartolo. “Tadi saya membaca berita tentang penelitian yang dilakukan oleh Hasbullah Thabrany, Kepala Pusat Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Indonesia.”

Orang Merokok

Mat Kretek seperti biasa, dengan seksama mendengarkan Kartolo bicara. Ia hanya memanggut-manggut.

“Studi itu akan dibawa oleh Hasbullah ke Sri, Menteri Keuangan yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi. Sebentar lagi, Sri pasti setuju menaikkan harga rokok menjadi Rp50 ribu.”

“Oh…” kata Mat Kretek.

“Dengan begitu, orang miskin sepertimu tidak akan merokok lagi. Kalaupun merokok ya tak apa-apa. Itu artinya potensi pendapatan negara yang diperkirakan akan bertambah Rp70 triliun dari rokok.”

“Wah, perhitungan yang masuk akal.”

“Lha, iya. Ini perhitungan ini dirumuskan dari penelitian, satu tahun survei dilakukan untuk mendapatkan rumusan itu”

“Saya juga tidak sanggup membeli rokok jika harga satu bungkus rokok Rp50 ribu. Saya akan berhenti beli rokok.”

“Bagus, itu artinya hidupmu akan lebih sehat.”

“Ops… ops. Saya memang akan berhenti beli rokok, Lo… karena tidak sanggup. Tetapi, saya justru merokok lintingan dan menanam tembakau sendiri di kebun belakang. Jadi uang saya tidak berkurang dan bisa terus merokok. Dengan begitu, saya akan berhenti bayar cukai rokok kepada pemerintah. Nah, kalau sebagian besar perokok seperti saya, darimana pendapatan negara bisa meningkat?”

Rokok

Kartolo cuma bengong, mendengarkan pendapat temannya.

“Lha, kalau mau sehat ya olahraga, makan dan istirahat teratur, memperbesar daya hidup melalui bekerja,” tambah Mat Kretek.

Ilustrasi gambar: Eko Susanto

Category : Artikel