Rokok Benda Sakral untuk Ritual Masyarakat Nusantara

Bagi masyarakat Indonesia, rasanya tak berlebihan menyebut rokok sebagai bagian dari kehidupan. Rokok telah ratusan tahun lekat dengan keseharian masyarakat.

rokok

Dalam berbagai ritual dan adat di Nusantara, rokok senantiasa hadir sebagai benda ‘sakral’ yang wajib tersedia. Selain sebagai bagian konsumsi masyarakat, rokok juga berperan sebagai entitas yang menjadi bagian dari adat dan kebudayaan masyarakat Indonesia.

bungkus rokok

Nah, berikut ini adalah beberapa fenomena di mana keberadaan rokok menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

1. Di daerah pantai selatan, Banten, rokok dipakai sebagai sesajen untuk dipersembahakan kepada Nyai Loro Kidul, Ratu Pantai Selatan.

2. Di Batipuh, Padangpajang, rokok wajib digunakan sebagai alat ‘manjiriah’ dalam upacara ‘Bakayu’, tradisi adat yang dilaksanakan sehari seteah mayat ditanam di pekuburan.

3. Di Sunda terdapat acara ‘ngeyeuk seureuh’ dalam perkawinan adat. Di sini rokok diselimuti kain bersamaan dengan sirih, gambir, pinang, tembakau, telur, dan alat tenun. Benda-benda tersebut akan diperebutkan oleh kedua mempelai.

rokok

4. Rokok menjadi simbol kekeluargaan di Minang. Tembakau menjadi bagian budaya petatah-petitih dan simbol keeratan hubungan kekeluargaan. Rokok pun menjadi tanda dimulainya pertemuan adat.

5. Huta Horja Bius di Sumatera Utara, tembakau menjadi perlengkapan makan sirih, bersama gambir, kapur, cengkeh, dan pinang.

6. Upacara Tepak Tanduk Melayu. Di upacara ini tembakau, gambir, pinang, kapur, akan dipertukarkan dalam acara perkawinan.

6. Upacara Tepung Tawar di Kesultaan Serdang. Masyarakat menggunakan sirih yang disajikan bersama kacu, gambir, pinang, kapur, dan tembakau dalam tepung tawar sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

7. Di Banyumas, masyarakat menyebut rokok untuk keperluan sesaji, dan menyebutnya dengan rokok sajen yang dibuat dengan menggunakan tembakau sisa yang tak dipergunakan lagi.