rokok

Rokok dalam budaya Minang

Di Minang, rokok menjadi bagian dari budaya petatah-petitih dan simbol keeratan hubungan kekeluargaan. Narasi rokok juga tertuang dalam tradisi kesustraan minang. Budayawan Djamaludin Umar dalam buku Mereka yang Melampaui Waktu, mengutip cerita Randai yang menggunakan idiom rokok, sirih, dan pinang.

“Datuak baringin sonsang, baduo jo pandeka kilek, hisoklah rokok nan sebatang, supayo rundiangan naknyo dapek”.

Artinya, ketika rokok sudah dibakar dan dihisap, maka perundingan atau musyawarah mufakat sudah bisa dimulai. Rokok dalam hal ini menjadi penanda sebuah dimulainya pertemuan adat.