Rokok dan Pernikahan

Pada beberapa desa di Jawa, budaya ini masih hidup, terutama jelang hajatan pernikahan. Undangannya biasa disampaikan lewat medium rokok, ada yang berupa satu bungkus rokok ada pula sebatang rokok. Bloger Kompasiana, Agus Supriyatna pernah menceritakan perihal kebiasaan seperti ini. Berseting di Desa Citenjo, Kabupaten Kuningan. Begini petikanya:

“…Namun bagi yang dekat, katakanlah untuk yang sekampung, undangan bukan dalam bentuk cetakan. Misalnya, undangan dari si mempelai pria, berbentuk sebatang rokok. Tapi bila, dari si mempelai perempuan, seringnya shampo…”

Rokok juga disuguhkan pada acara-acara pernikahan atau hajatan lainnya. Ditempatkan pada wadah gelas, para tetamu undangan dipesilakan mengambil rokok secara percuma. Seperti pada gambar.

Rokok

Sumber gambar: GambarRokok di Flickr