orang merokok 1

Rokok dan Pesan Inggit Garnasih kepada Soekarno

Sejak dipindahkan ke penjara Sukamiskin dari penjara Banceuy, Soekarno menghadapi masa-masa sulit.

“Saya tak dapat belajar dengan baik karena badan sudah payah (setelah seharian bekerja). Orak seolah-olah dapat penyakit kekurangan darah sehingga tidak banyak yang dapat diterima dan pikirkan. Otakku merasa lekas benar penuh, lekas lelah,” akunya.

orang merokok 2
orang merokok 

Di Sukamiskin, Soekarno menghadapi kondisi yang jauh berbeda dengan penjara sebelumnya. Dia bahkan tidak mendapatkan lagi kiriman surat kabar dan majalah berkala. Tidak hanya itu, ia tidak diperbolehkan dijenguk oleh siapa pun terkecuali istrinya. Itupun hanya dua kali dalam sebulan.

Di masa-masa itu, peran Inggit Garnasih dalam menyampaikan pesan terkait keadaan di luar penjara menjadi sangat penting. Demikian sebaliknya, Soekarno perlu memberikan pesan kepada rekan-rekan seperjuangan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, keduanya menyusun kode-kode komunikasi. Caranya dengan media makanan dan rokok. Bila yang dikirim berupa telur asin, maka ada kabar buruk di luar penjara.

orang merokok 3
orang merokok 

Pada kertas rokok, dimanfaatkan pula oleh Inggit menuliskan pesan-pesan dari kaum pergerakan. Sebaliknya, Soekarno juga menulis balasan atau membuat pesan singkat di kertas rokok tersebut.

Pada masa-masa itu, Inggit memang mencari penghidupan dengan menjahit baju dan berdagang. Salah satu dagangannya ialah rokok. Rokok dagangan Inggit ini dilinting dengan kertas putih dan diikat dengan benang merah.

Category : Artikel