Rokok dan Sejarah Liga Indonesia

Sepakbola Indonesia akan semakin semarak tahun ini. Sebab, pascaberakhirnya pembekuan PSSI sebagai sangsi FIFA pada 13 Mei 2016, kompetisi Liga 1 Indonesia bisa bergulir kembali. Tepatnya pada 15 April 2017 mendatang.

Hal menarik dari diselenggarakan kompetisi sepakbola di tanah air tahun ini yakni masuknya perusahaan transportasi ojek buatan anak bangsa Go-Jek menjadi sponsor utama Liga 1 Indonesia.

Dengan masuknya Go-Jek sebagai sponsor utama, maka terjadi perubahan dalam wajah sponsor utama pagelaran sepakbola terbesar di Indonesia. Terlebih, perusahaan rokok telah dikeluarkan dari daftar pemberi donor bagi penyelenggaraan even-even olahraga. Disebabkan aturan periklanan yang melarang perusahaan rokok menjadi sponsor kegiatan olahraga.

rokok

Padahal, dalam sejarah persepakbolaan di tanah air, perusahaan rokok telah memberikan peran besar agar kompetisi bisa digelar. Sejarah ini tidak dapat dipungkiri. Andil besar rokok dalam sepak bola Indonesia tentu saja adalah melalui sponsorship, baik pada level liga, maupun pada level klub.

orang merokok

Pada periode 1994–1996, misalnya, Liga Indonesia diubah menjadi Liga Dunhill Indonesia. Sedangkan Kansas mengubah Liga Indonesia menjadi Liga Kansas Indonesia pada periode 1996 sampai 1997.

liga dunhill

Setelahnya, perusahaan rokok Indonesia Djarum juga memberi dukungan Liga Djarum Indonesia pada musim kompetisi 2005-2007 dan Djarum Indonesia Super League pada 2008–2011. Di samping itu, terdapat piala Copa Dji Sam Soe, sebuah kompetisi yang disponsori oleh rokok Dji Sam Soe yang digelar mulai 2006 hingga 2009.

liga djarum

copa dji sam soe

Boleh dibilang, rokok menjadi salah satu instrumen pembangun sepak bola di Indonesia. Dia menjadi produk yang turut memeriahkan dinamika kompetisi sepak bola di kancah nasional.

rokok

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Category : Artikel