Rokok budaya

Rokok, harmoni, dan healty

Di tengah makin banyak peraturan yang membatasi ruang merokok di ketok dan kelompok-kelompok yang memerangi keberadaan rokok bertumbuh subur, malahan Smoker Club Indonesia berdiri.

Presiden Smoker Club Indonesia, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan jika berdirinya organisasi ini bukan untuk memperbanyak perokok atau kampanye untuk merokok. Pendirian Smoker Club justru untuk meluruskan akal sehat bahwa perokok itu tidak untuk disingkirkan, dibenci atau dimusuhi. Pemikiran yang dirasa tidak tepat meletakkan rokok sebagai bahan yang harus perangi oleh sebagian besar orang itu yang membuat organisasi ini dibentuk.

“Orang kok dilarang merokok. Sebab, kalau mau melarang hentikan saja produksinya. Kalau masalahnya ruang merokok, ya disediakan, maka orang tidak akan merokok sembarangan,” katanya.

Kampanye antirokok justru akan membuat membuat timbul kesenjangan antara perokok dan tidak perokok. Padahal yang dibutuhkan adalah kesalipedulian antara perokok dan bukan perokok.

“Di club ini kita saling sharing tentang masalah rokok, dan senantisa berusaha agar tidak memaksa orang lain merokok atau sebaliknya,” kata Ferry tentan club yang bertagline harmoni dan healty yang dipimpinnya.

Dirangkum dari Divine Kretek Rokok Sehat. Ilustrasi foto dariĀ Eko Susanto (Flickr).