Rokok Indonesia

Rokok Terakhir Panglima Besar Soedirman

Indonesia, negeri kita ini mempunyai banyak jenderal. Tetapi, dari sekian banyak jenderal itu hanya segelintir orang saja yang dianggap sebagai Panglima Besar. Tak lain adalah Jenderal Soedirman salah seorangnya, yang dalam keadaan sakit sekalipun ia tetap berjuang. Dengan tandu yang diusung para pejuang kemerdekaan lain, ia masih begerilya masuk-keluar hutan , melawan agresi Belanda .

Di tengah keadaan yang sulit itu, Jenderal Soedirman senantiasa membawa tembakau iris untuk bahan linting tembakau, yang dihisapnya di sela-sela menentukan strategi berikutnya. Ia seperti tak bisa menghentikan kebiasaan ini, walupun ia telah bernafas dengan paru-paru tinggal sebelah. Ya, paru-parunya sempat diangkat, tapi bukan karena kebiasaan merokok melainkan karena dokter yang salah mendianogsa sakit yang dideritanya.

Tak bisa dilepaskannya Jenderal Soedirman dari rokok bisa kita nilai dari suatu adegan romantis di akhir hayatnya. Ketika itu, Sang Jenderal hanya memiliki keinginan sederhana yakni menghisap rokok. Barangkali untuk meredakan kegelisahannya lantaran banyak ingin yang belum terlaksana atau supaya ia lebih percaya diri ketika menghadapi malaikat maut, lawan yang tak mungkin ia kalahkan dengan bedil dan strategi gerilya.

Sayang, dokter tak mengijinkan keinginan sederhana itu telaksana. Namun lantaran rasa cinta yang agung istrinya kepada Sang Jenderal ini, ia menyediakan diri membantu. Istrinya nyalakan sebatang rokok, meletakkan  di sela-sela bibir dan menghembuskan asapnya kepada kekasihnya.

Sumber foto: Wikimedia (atas) – Eko Susanto di Flickr (bawah)

rokok indonesia
rokok indonesia