budaya rokok

Rokok Kretek dalam Film ‘Negeri van Oranje’

Budaya Rokok – Film Negeri van Oranje dibuka dengan sebuah adegan yang membawa identitas kebangsaan Indonesia di negeri Belanda.

negeri van orange

Kisahnya, lima mahasiswa Indonesia yang sama-sama sekolah di seberang lautan Belanda, sedang menunggu bus. Mereka tahu bahwa satu sama lainnya jika dari Indonesia dari rokok kretek yang dihisap. Kesamaan itu yang membuat mereka akhirnya berteman.

Kisah ini tentu mengingatkan kejadian di era kolonialisme, di mana para pelajar Indonesia juga membangun identitas kebangsaan yang sama seperti yang tersaji dalam pembukaan Negeri van Oranje.

budaya rokok

Pemandangan itu disaksikan oleh Abdul Rivai, jurnalis media Bintang Timoer yang melancong ke sejumlah negeri di Eropa. Dalam pertemuan dengan Perhimpunan Indonesia di Leiden, berbagai pelajar dan mahasiswa Indonesia dari berbagai kota di Belanda, seperti Den Haag, Leiden, Delft, Rotterdam, dan Wageningen, tengah berkumpul.

Dalam pertemuan tersebut, sesama tata cara, kebiasaan, dan berbagai atribut diusahakan berciri nasional. Temasuk makanan dan minuman yang tersaji dalam pertemuan tersebut berciri khas Indonesia.

Dalam publikasi yang berjudul Student Indonesia di Eropa, Abdul Rivai mengambarkan: “Kopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula Jawa. Susu tidak dipakai sebab tidak nationaal. Rokoknya kelobot (rokok lawasan). Selamatan nationaal ini terus sampai pagi hari.”

budaya rokok

Potret ini yang masih dipertahankan pelajar-mahasiswa rantau yang sedang studi di luar negeri. Sebuah potret yang tidak berlebihan dihadirkan secara apik dalam Negeri van Oranje.

Foto oleh : Eko Susanto