Rokok

Rokok Kretek, Haji Djamhari, dan Kreativitas

Kretek… kretek… kretek… bunyi rokok khas Indonesia ketika dibakar. Cerita penemuannya dipercaya terjadi pada tahun 1880-an. Ihwalnya dimulai dari sakit bengek yang menimpa Haji Djamhari, seorang kreatif asal Kudus, Jawa Tengah. Mula-mula, Haji Djamhari mengoles minyak cengkeh di dadanya sebagai langkah pengobatan, tapi sakitnya tak juga sembuh.

Terpikirlah untuk membakar cengkeh dan menghisap asapnya. Cengkeh pun dipotong kecil-kecil, dan dicampur dengan racikan tembakau. Racikan tersebut mujarab, bengek Haji Djamhari hilang. Demikianlah rokok kretek tercipta sebagai buah kreativitas, dan kelak menjadi produk penting dalam industri nasional.