rokok budaya

RUU Pertembakauan dibahas untuk lindungi petani

Rancangan Undang-Undang Pertembakauan akhirnya masuk dalam daftar prioritas Program Legislasi Nasional 2015. Kepada CNN Indonesia, Anggota Komisi II fraksi PAN, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa RUU Pertembakauan layak diprioritaskan, terutama karena kepentingannya untuk mendukung posisi para petani tembqakau.

Hal ini didukung oleh Ketua Panitia Kerja Program Legislasi Nasional (Panja Prolegnas) 2015, Firman Soebagyo. Firman juga menegaskan bahwa RUU ini juga untuk mencegah perkembangan rokok putih di Indonesia. “RUU ini dibuat untuk tidak mematikan petani tembakau, tidak mematikan pabrik rokok kretek dan tetap memperhatikan masalah kesehatan,” terang politikus Partai Golkar tersebut.

“Dalam UU 18 tahun 2004 tentang Perkebunan jelas disebutkan bahwa tembakau salah satu sektor yang sangat strategis. Itu dasar dibuatnya RUU Pertembakauan. Kalau kita bumihanguskan tembakau, kemana dan mau diapakan petani tembakau, mau diapakan pekerja, keluarga pekerja. Siapa yang bertanggung jawab bila tidak ada RUU Pertembakauan ini,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RUU Pertembakauan ini diusulkan oleh empat fraksi yakni fraksi Partai Golkar, fraksi Partai Amanat Nasional, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan fraksi Partai Nasdem.

Sumber arikel: CNN Indonesia / Foto: Eko Susanto