petani tembakau

RUU Pertembakuan: Sebagai Upaya Perlindungan Petani Tembakau

Badan Legislasi DPR RI memasukkan Rancangan Undang-Undang tentang Pertembakuan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2015. Wakil Ketua Baleg Firman Soebagyo mengatakan bahwa masuknya RUU ini sebagai bentuk perlindungan terhadap produk dalam negeri.

“Tembakau merupakan komoditas strategis  Indonesia dan tembakau kita memiliki sejarah terbaik di dunia,” kata Firman Soebagyo seperti dikutip Kompas. Langkah perlindungan ini dikarenakan ada upaya dari pihak asing yang mencoba mengerus keungulan bangsa. Dari berbagai negara yang juga mengembangkan produk dari hasil tembakau, hanya Indonesia yang mampu memproduksi produk kretek. Hal ini dikarena ada spesifikasi geografis yang dimiliki Bangsa Indonesia sehingga mampu menghasilkan tembakau terbaik dan juga cengkeh.

Firman mengakui bila ada banyak pihak yang berupaya untuk menggagalkan pembahasan RUU Pertembakauan. Ia mengidintifikasi upaya menggagalkan RUU ini dikarenakan persaingan bisnis, terkait pihak asing yang mengkehendaki runtuhnya industri kretek di Indonesia. Hal ini terkait keberadaan rokok putih berupaya mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

“RUU ini dibuat untuk tidak mematikan petani tembakau, untuk tidak mematikan pabrik rokok kretek, dan masih memperhatikan persoalan kesehatan,” katanya. Lebih jauh, Firman menjelaskan di luar ada produsen rokok asing yang bersiap-siap mengembangkan usahanya di Indonesia. Jikapembahasan RUU Pertembakauan ini tak kunjung selesai, maka industri dalam negeri akan gulung tikar, dan akan berimbas pula kepada petani tembakau dan cengkeh.

“Sekarang di seberang sana ada perusahaan Amerika Serikat yang sudah mengibarkan bendera. Kalau RUU tentang Pertembakuan tidak segera disahkan, akan makin banyak perusahaan rokok yang mati.”

Sumber foto: Eko Susanto (Flickr)