orang merokok

Saling Menghargai Hak Antara yang Merokok dan Tidak

Saling menghargai adalah hal prinsipil yang sejak dulu diajarkan kepada anak-anak Indonesia. Sikap ini diajarkan melalui pelajaran budi pekerti atau kewarganegaraan, agar kehidupan bermasyrakat lebih sentosa. Namun, pelajaran tentang saling menghargai ini nyatanya belum bisa dipraktekan dalam kehidupan, terutama pada konteks merokok dan tidak.

Perdebatan tentang orang urusan rokok terus hadir dan memanaskan ruang bicara masyarakat. Yang tidak merokok menuduh para perokok membawa dan menularkan penyakit kepada masyarakat. Sementara para perokok, menolak tuduhan itu dan melawan sikap diskriminatif terhadap kaumnya dengan cara-cara tertentu. Sengaja merokok sembarangan, karena memang ruang merokok tidak tersedia dan menolak tunduk pada diskriminasi.

Pada titik paling menjengkelkan, keduanya sama-sama tidak mau peduli hak masing-masing pihak. Perokok masih banyak yang membandel udud tanpa lihat kondisi, yang tidak merokok melulu marah dan menghakimi perokok. Ketika hal ini terjadi, sampai di Jakarta turun salju pun persoalan tidak akan pernah selesai.

Sebenarnya perkara semacam ini bisa selesai apabila setiap orang yang mengaku dewasa ini bisa mempraktekkan pelajaran di masa kecil mereka. Ya, dengan sikap saling menghargai persoalan ini bisa pelan-pelan diselesaikan. Tapi ya tadi, dengan komitmen untuk benar-benar saling menghargai hak masing-masing.

Dalam konteks ini, saya sepakat bahwa perokok tidak boleh merokok di sembarang tempat. Tidak merokok ketika berkendara, tidak merokok di KTR, tidak merokok dekat anak kecil, dan masih banyak lainnya. Merokok itu penuh tanggung jawab, harus melihat kondisi sekitar, dan jadilah perokok santun yang tidak lagi merampas hak nyaman orang lain.

Sementara itu, buat yang tidak merokok harusnya juga memahami kalau merokok itu adalah hak sebagian warga Indonesia. Karena itu, tidak boleh dan tidak bisa mereka mendiskriminasi dan merampas hak perokok melalui stigma negatif juga cibiran dan larangan untuk merokok. Sekali lagi, merokok adalah hak, kalau masih ada orang-orang yang melarang orang untuk merokok, artinya mereka tidak bisa menghargai hak sebagian masyarakat kita.

Sulit rasanya jika kita ingin memaksakan kehendak pada orang lain apalagi dengan cara yang buruk. Perokok pun manusia, maka perlakukanlah seperti manusia pada umumnya. Begitu pula dengan non-perokok jangan sampai perokok juga tak menghargai haknya dan merokok seenaknya. Jika semua sudah saling menghargai, kan jadi harmonis tanpa ada hak-hak yang dirampas oleh masing-masing pihak.

Category : Artikel
Tags :