Setelah Tarif Cukai Rokok Tak Naik, Bea Cukai Fokus Awasi Rokok Ilegal

Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok tahun depan. Karena itulah, Bea Cukai mengatur strategi untuk mendapatkan pemasukan cukai agar tetap sesuai target.

cukai rokok

Seperti diketahui, target penerimaan cukai hasil tembakau di tahun depan ditargetkan sebesar Rp 158,85 triliun. Target ini meningkat dibandingkan target penerimaan tahun ini yang sebesar Rp 148,2 triliun.

Untuk memenuhi target tersebut, Dirjen Bea Cukai akan memfokuskan diri pada pengawasan rokok ilegal. Peredaran rokok ilegal akan menghambat pemasukan cukai bagi Negara.

bungkus rokok

“Kalau rokok ilegal berhasil kita tekan, maka nanti pasarnya akan diisi oleh industri yang legal. Saya akan mendapat hal positif, sisi pertama saya bisa menambah penerimaan, yang kedua adalah saya memberi ruang bagi perusahaan yang sudah legal,” tutur Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.

Sementara itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan: memberantas rokok ilegal membutuhkan waktu dan biaya yang besar mengingat rokok ilegal punya persebaran yang luas di banyak daerah.

rokok

Menurut beliau, penerimaan cukai rokok untuk tahun ini dan tahun depan akan sulit ditingkatkan karena konsumsi masyarakat stagnan di level 5%. Apalagi tarif cukai tahun depan tidak naik. Industri rokok hanya mengharapkan konsumsi tahun politik di mana banyak tim sukses membagi rokok sebagai logistik kampanye politik. Tetapi naiknya mungkin tidak signifikan.

Bhima menyarankan supaya pemerintah cepat memperluas objek barang kena cukai, seperti cukai plastik atau cukai pada minuman berpemanis.

Category : Artikel