Orang Merokok

Siapa yang Menghidupi Bisnis Pertelevisian di Indonesia? Orang Merokok

Lesunya perekonomian yang terjadi di Indonesia dirasakan oleh berbagai sektor termasuk bisnis pertelevisian. Namun, kondisi tersebut berangsur-angsur pulih. Hal ini dilihat dari belanja iklan di stasiun televisi yang meningkat sebesar 24 persen dibanding kuartal pertama tahun yang lalu.

Orang Merokok

Helen Katherina, Direktur Media Nielsen Indonesia, mengatakan, setelah sempat melemah sejak semeter II 2014, optimisme pasar saat ini mulai menguat. “Tanda-tanda pemulihan sudah terlihat dari kuartal III 2015 kemarin dan sekarang kita lihat angka pertumbuhannya sudah kembali seperti sedia kala.”

Pertumbuhan penyumbang iklan di bisnis pertevisian dilansir oleh Nielsen disumbangkan oleh iklan kategori rokok kretek pada urutan pertama yakni sebesar Rp1,9 triliun rupiah pada kuartal pertama 2016.

Rokok

Data Nielsen tersebut memberikan penjelasan bahwa industri rokok dalam negeri termasuk berada dalam kondisi yang sehat. Berhadapan dengan krisis dan lesunya perekonomian yang terjadi dua tahun terakhir tak memberi pengaruh besar. Bisa dikatakan industri rokok kretek yang bisa segera keluar dari jebakan krisis serta mengeluarkan belanja iklan rokok secara normal.

Orang Merokok

Kondisi menjadikan Industri televisi boleh dibilang cukup bergantung kepada produk rokok. Tak mengherankan, mengingat belanja iklan perusahaan-perusahaan rokok adalah salah satu yang terbesar di Indonesia bila dibandingkan dengan komoditi-komoditi yang lain.

Foto ilustrasi oleh : Eko Susanto