orang merokok

Simplifikasi Cukai Rokok Bakal Mengancam Industri Rokok Kecil dan Rumahan

Rencana pemerintah untuk melakukan penyederhanaan layer (simplifikasi) tarif cukai rokok dianggap bisa mengancam keberlangsungan industri rokok rumahan. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kordat Wibowo.

bungkus rokok

Menurut Kordar, simplifikasi tersebut akan sangat berdampak besar pada industri kretek rumahan. Sedangkan Industri kretek besar cenderung akan lebih Kuat dan bertahan.

“Jika kebijakan ini diterapkan maka rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) produksinya akan naik, sedangkan produksi SKT akan terjun bebas. Kenaikan SKM dan SPM limpahan dari penurunan SKT,” ujarnya.

rokok

Seperti diketahui, pemerintah bakal menyederhanakan layer tarif rokok setiap tahun berturut-turut menjadi 10, 8, 6, dan menjadi 5 layer di tahun 2021. Sedangkan di 2017 lalu, tarif cukai rokok terdiri 12 layer.

Enny Sri Hartati selaku Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan, dalam aturan tersebut akan digabungkan Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan 2A dan 2B menjadi satu golongan.

Harus dipahami bahwa kebijakan pemerintah ini akan menyulitkan para pengusaha industri kecil. Golongan 2A adalah termasuk industri Sigaret Kretek Mesin yang berskala besar, sedangkan golongan 2B adalah golongan industri yang memproduksi skala kecil. Tentunya kebijakan ini akan mendepak para pengusaha rokok skala kecil.

bungkus rokok

Berdasarkan data dari Dirjen Bea dan Cukai, jumlah pabrik rokok terus mengalami pengurangan sejak 2011 yang sebanyak 1.540. Di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik. Kemudian di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016 serta di 2017 menjadi sebanyak 487 pabrik rokok.

Hal ini dikarenakan adanya merger antara pengusaha rokok industri kecil, sehingga terjadi efisiensi tenaga kerja. Kebijakan pemerintah yang akan menggabungkan struktur tarif SKM membuat banyak pengusaha industri kecil rokok yang gulung tikar.

orang merokok

Tak hanya itu saja, regulasi mengenai penggabungan tarif cukai antara Sigaret Putih Mesin (SPM) dan SKM, dapat menghilangkan ciri khas Indonesia yang sebagai rokok yang meggunakan bahan baku lokal, yakni cengkeh dan tembakau asli Indonesia. Tentu hal ini akan berpengaruh pada banyaknya produksi rokok ilegal di Indonesia.