rokok budaya

Slamet Raharjo tentang film dan budaya rokok

Terbitnya aturan antirokok, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012, salah satu isinya ialah melarang menampilkan gambar orang merokok pada film, gambar, ataupun media.

Menanggapi hal ini, aktor kawakan, Slamet Raharjo menanggapi akan rancu jadinya. “Gimana nanti sineas yang menampilkan sosok Chairil Anwar yang perokok berat tapi tidak diperbolehkan menampilkan adegan merokok.”  Rokok memang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Film dalam beberapa aspek merupakan dokumentasi atau arsip kebudayaan. Dalam produksi film, tidak terelakkan juga untuk menghadirkan rekaman budaya bangsa. Lantas bagaimana bila sebuah corak budaya –dalam hal ini rokok– hendak disensor dari layar kaca. Secara tidak langsung ini telah memposisikan para sineas Indonesia untuk tidak lagi jujur pada realita yang ada.

Slamet Raharjo tak ingin mengatakan jika seniman Indonesia mati jika ada peraturan yang melarang menerima sponsor dari perusahaa rokok, tapi ia tak ingin melarang orang merokok. “Kalau saya ingin memberi dukungan, saya ingin lebih memulai dari berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam berbudaya,” tukasnya seperti dikutip Kapanlagi.com.

Sumber foto: Eko Susanto (Flickr)