Perokok Perempuan

Stigma Negatif Pada Perokok Perempuan

Menjadi perokok di Indonesia itu sulit, apalagi jika kamu perempuan. Tidak hanya berurusan dengan regulasi ketat dan menjengkelkan, perokok perempuan juga harus berhadapan dengan stigma negatif terhadap mereka. Anggapan perempuan merokok itu nakal dan tidak bermoral masih melekat di benak masyarakat

Padahal, ada banyak perempuan merokok dengan prestasi gemilang. Berbanding terbalik dengan anggapan dan stigma negatif tersebut. Jangankan nakal, ada banyak loh perempuan perokok yang lebih memilih fokus bekerja demi prestasi gemilang. Hasilnya, ya bukan hanya prestasi, tapi sambutan hangat dan tepuk tangan akan diberikan padanya.

Misalnya, pelakon seni peran Sha Ine Febriyanti yang dianggap berhasil memerankan sosok Nyai Ontosoroh di film Bumi Manusia. Penampilannya di film tersebut membawa decak kagum masyarakat. Tak peduli Ia merokok atau tidak, tapi publik kadung melihat Ine Febriyanti sebagai sosok pelakon seni peran yang luar biasa.Perokok Perempuan

Meski memang sih, masih ada banyak juga seniman perempuan yang merokok lantas dihujat. Ariel Tatum misalnya. Padahal sih, mau bagaimanapun bacot netizen, Ariel Tatum bakal tetap laku di dunia seni peran. Toh aktingnya diakui oleh ragam rumah produksi sehingga jasanya masih digunakan hingga sekarang.

Buat saya sih, merokok atau tidak sama sekali bukan patokan moral dan prestasi seseorang. Perempuan perokok bisa jadi lebih bermoral dan hebat ketimbang mereka yang berpikiran jelek padanya. Walau ya ada juga yang emang kelakuannya kurang baik. Tapi kan, kita tidak bisa menggeneralisir semua orang.

Karenanya stigma negatif terhadap perempuan perokok harus dienyahkan dari pikiran kita. Bukan apa-apa, tidak semua stigma itu benar di kehidupan nyata. Toh, perokok perempuan banyak juga yang berlaku adil sejak dalam pikiran. Bukan soal prestasi doang, tapi banyak diantara mereka juga telah bisa menjadi perokok santun.

Marilah kita katakan benar sebagai benar dan salah sebagai salah. Kalau ada perokok, baik lelaki ataupun perempuan, berlaku tidak baik seperti membuang puntung atau merokok sembarangan, ya silakan tegur saja. Tapi jangan kemudian kalian menegur seorang perempuan hanya karena Ia merokok. Perkara moral mari kita urus sendiri, perkara toleransi dan hubungan antar warga negara saja yang kita urus bersama.

Category : Artikel
Tags :