budaya rokok

Sudjiwo Tedjo Dukung Rokok Kretek Jadi Warisan Budaya

Budaya Rokok – Budayawan Sudjiwo Tedjo memberikan dukungan pada rokok kretek untuk dijadikan warisan budaya Indonesia. Pasalnya, kretek telah ada sejak abad ke 19 dan menjadi kebiasaan turun-menurun yang terus mengalami perkembangan.

budaya rokok

“Saya setuju kretek masuk budaya, wong kenyataannya begitu,” katanya dalam wawancara dengan Jawa Pos September lalu.

Tedjo meyakini bahwa tidak semua budaya perlu dilestarikan. Sebab ada hal-hal yang dianggap tabu dan negatif bagi masyarakat.

budaya rokok

Namun, katanya, budaya-budaya seperti itu bisa dihaluskan dan disesuaikan supaya bisa diterima masyarakat lebih luas.

Dia mencontohkan Ojung atau seni adu cambuk di Madura untuk mendatangkan hujan. Dahulunya Ojung dianggap bentuk kekerasan, namun kini menjadi warisan budaya dengan modifikasi. Penghalusan semacam itu juga terjadi pada gemblak atau pacar bagi para warok Ponorogo yang notabene sesama pria.

budaya rokok

Ia menambahkan, modifikasi semacam itu bisa dilakukan pada kretek agar diterima luas bila memang mau dijadikan warisan budaya. Salah satunya dengan pengaturan atau regulasi. “Misalnya tidak boleh merokok di ruang yang no smoking, “ katanya.

Tetapi pengaturan mesti dijalankan tegas. Bukan hanya membuat semua tempat menjadi area dilarang merokok dengan leluasa. Ia meminta agar di area larangan merokok juga disediakan tempat khusus bagi perokok seperti amanat Mahkamah Konstitusi.

“Kalau kretek masuk budaya, ruang-ruang publik mesti punya smoking area seperti ketentuan dari MK. Sekarang di pesawat gak boleh merokok, tapi apa benar di kereta yang perjalannya bisa berjam-jam ndak ada smoking area?” pungkasnya.

Foto oleh : Eko Susanto