Orang Merokok

SULTAN: NEGARA TAK MUNGKIN LARANG ORANG MEROKOK

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTAR) tidak bisa diberlakukan tahun ini. Menurutnya, penerapan aturan ini masih terdapat banyak kendala terutama prasarana dan dana.

Orang Merokok

Salah satu alasannya ialah persolan kewajiban penyediaan ruangan khusus orang merokok di setiap tempat yang ditetapkan sebagai KTAR. Kalau untuk satuan kerja pemerintah, harus ada alokasi untuk membuat ruang khusus untuk orang merokok. Sehingga tidak menganggu dari penerapan kebijakan.

Padahal, APBD tahun 2016 belum menganggarkan biaya pembuatan ruangan khusus merokok yang diamanatkan oleh undang-undang. Selain itu, ia menilai perlu ada sosialisasi secara insentif sebelum KTAR diterapkan. Sebab, para pemilik usaha juga perlu menyisihkan biaya untuk penyediaan ruang khusus bagi orang merokok

Ruang Merokok

“Pertokoan, rumah makan, perlu ada ruang untuk merokok. Apakah mereka mau menyediakan ruangan itu? Perlu disosialisasikan,” kata Sultan.

Pihaknya berencana menerapkan KTAR tahun depan setelah APBD DIY menganggarkan pembuatan ruangan khusus bagi orang merokok. Namun, ia menilai perda ruangan tanpa asap rokok tidak boleh menihilkan keberadaan rokok di masyarakat.

Rokok

“Negara tidak mungkin melarang orang merokok. Nanti industri tembakau tutup semua,” kata Sultan terkait penundaan penerapaan KTAR di Kota Yogyakarta.

Foto oleh : Eko Susanto