Orang Merokok (2)

Tahapan-Tahapan Budidaya Tembakau

Bila kamu berkeinginan menjadi petani, terutamanya menjadi petani yang menanam komoditas tembakau, maka tahapan-tahan berikut yang mesti kamu ketahui agar mendapatkan hasil terbaik dalam bercocok tanam komoditas yang dikenal sebagai emas hijau ini:

a. Persiapan lahan

Pada tahap ini tanah dibersihkan dari rumput atau jerami. Beberapa petani melakukan penyemaian bibit sendiri (deder). Namun, kebanyakan petani membeli bibit yang telah disemai atau memperoleh dari proyek.

b. Pengolahan lahan

Lahan untuk tembakau disiapkan dengan cara dicangkul kurang lebih 2 minggu, tergantung luas lahan dan jumlah tenaga kerja yang digunakan;tembakau

c. Pembuatan guludan

Lahan yang telah diolah tersebut dibuat lubang-lubang (koak) untuk penempatan dan tumbuhnya bibit tembakau dengan jarak tertentu. Sebagian petani juga memberikan pupuk kandang pada lubang-lubang tersebut untuk menyuburkan tanahnya.

d. Pemindahan bibit

Bibit tanaman tembakau dipindahkan dari bedeng pembibitan ke lahan penanaman, tepat di atas lubang-lubang yang telah dibuat sebelumnya. Agar tanah dalam lubang gembur dan baik untuk berkembangnya akar bibit tembakau, maka terlebih dulu tanah dipukul-pukul dengan tongkat kayu/batang cangkul (gejigi), baru kemudian bibit ditanam.

e. Waktu penanaman

Waktu yang tepat untuk menanam adalah sore hari (setelah jam 14.00). Jarak tanam tembakau disesuaikan kesuburuan tanah dan jenis tembakau. Jumlah tanaman tembakau sekitar 16.000 batang per ha untuk jenis tembakau virginia. Untuk jenis tembakau jawa yang dioven jumlah tembakau yang ditanam lebih sedikit yaitu sekitar 13.000 per ha.

f. Pemeliharaan tanaman tembakau

Kegiatan masa pemeliharaan terdiri dari penyiraman (nyiram), penyulaman terhadap tanaman yang mati atau tidak sehat (umur 10-15 hari), menyiangi gulma (bubut), menggemburkan tanah di sekitar tanaman tembakau (dangir). Dalam kegiatan pemeliharaan ini juga termasuk mengambil ulat-ulat yang mungkin ada pada daun tembakau. Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah pemupukan (nggaram) dengan pupuk kimia seperti jenis pupuk ZA, TSP, NPK dan Urea. Pemeliharaan tembakau layaknya “memelihara bayi” karena perawatannya yang terus-menerus dari tanaman hingga saat panen. Meski daun subur jika dimakan ulat kualtas tembakau sudah turun. Perawatan tembakau dari hama menggunakan larutan pestisida. Setiap 1 (satu) hektar luas lahan membutuhkan 300 – 400 liter larutan.petani tembakau

g. Pemangkasan (toping)

Pemeliharaan tembakau yang cukup penting lainnya adalah pemangkasan tunas baru. Tujuan toping adalah untuk mempercepat dan pemeratan tembakau tua (masak) kekuning-kuningan dan mempertebal daun.

h. Pemetikan (panen)

Daun tembakau dipetik saat daun cukup tua (masak). Ciri-ciri daun tembakau yang masak adalah cukup tua dan totol-totol berwarna hijau kekuningan.Jumlah daun tembakau mencapai 18–28 lembar per pohon. Tiap tingkatan daun tembakau mempunyai kualitas tersendiri. Tanaman tembakau mulai dapat dipanen dengan cara memetik daun (mretesi) daun tembakau mulai dari bawah daun pasir sekitar 2-4 lembar, daun kaki sebanyak 4–6 lembar, daun tengah sebanyak 6–8 lembar, daun atas sebanyak 4–6 lembar dan daun pucuk sebanyak 2–4 lembar

petani tembakaui. Pengolahan hasil

Pola penanganan daun tembakau pascapanen dilakukan dengan dua cara. Pertama, setelah daun tembakau dipanen, maka daun tembakau disatukan dengan sebilah bambu yang ditusukkan satu persatu seperti layaknya membuat sate (congok). Penanganan seperti ini biasanya dilakukan untuk penjualan daun tembakau dalam kondisi basah. Daun tembakau yang sudah di congok dimaksudkan agar mudah dilakukan proses pengeringan dalam oven atau omprong. Kedua, setelah daun tembakau dipanen dilakukan pengirisan (rajangan), lalu hasil rajangan digelar di atas nampan bambu (widik) untuk dilakukan proses penjemuran (mepe). Setelah daun tembakau kering kemudian dibungkus dalam keranjang yang terbuat dari pelepah batang pisang (gedebog) yang sudah dikeringkan (keranjang) lalu dimasukkan ke dalam bakul bambu yang lebih kukuh, baru dijual atau diambil oleh pembeli. Pengemasan itu dimaksudkan untuk menjaga mutu dan kelembaban dari rajangan daun tembakau itu sendiri.