harga rokok

Tahun 2020 Telah Dimulai, Apa Harga Rokok Langsung Naik?

Akhirnya tahun telah berganti, harapan dan tantangan baru akan segera terlaksana. Pun dengan kebijakan tarif cukai yang membuat harga rokok naik tinggi, mulai berlaku per tanggal 1 Januari 2020. Pertanyaannya, apakah harga rokok akan langsung naik 35%?

Ada cukup banyak media yang memberitakan bahwa harga rokok 35% naik per tanggal 1 Januari 2020. Hal ini kemudian dibagikan oleh banyak rekan perokok di media sosial, dengan  menunjukkan kesiapan atau ketidaksiapan mereka pada regulasi ini. Meski sebenarnya ada yang luput dari perhatian mereka.

Jadi begini, yang berlaku per tanggal 1 Januari 2020 itu adalah kebijakan tarif cukai. Jadi, semua pita cukai yang akan dibeli pabrikan akan berada di tarif yang baru. Misalkan, untuk sigaret kretek mesin golongan satu yang paling rendah ada di angka Rp 1.700 per batang. Naik dari yang sebelumnya paling rendah hanya ada di angka Rp 1.120 per batang.

Nantinya semua pabrikan yang hendak memproduksi rokok akan membeli pita cukai dengan tarif baru. Nah, biasanya, rokok dengan pita cukai baru ini tidak akan langsung keluar di pasaran. Soalnya, pabrikan bakal mengeluarkan rokok dengan pita cukai tahun 2019 yang tersisa di gudangnya. Kalau sudah mulai habis, barulah mereka mengeluarkan rokok dengan ‘tarif baru’ tersebut.

Karena hal di atas lah kemudian harga rokok tidak bakal serta merta naik tinggi di awal tahun 2020 ini. Setidaknya, tidak akan begitu hingga bulan Februari. Mengingat pabrikan juga harus mengeluarkan rokok bercukai 2019 yang mereka beli di akhir tahun. Kalaupun mulai naik, posisinya sama kenaikan di akhir tahun lalu, merangkak agar tidak membuat konsumen kaget.

Namun, hal ini tidak akan berlangsung selamanya. Menurut regulasi, rokok dengan cukai tahun sebelumnya hanya bisa dijual hingga 2 bulan pertama di tahun yang baru. Artinya, paling mentok, rokok dengan pita cukai 2019 hanya bisa kita jumpai hingga bulan Maret 2020. Kalau setelahnya masih ada, biasanya itu rokok-rokok yang tidak langsung laku dari warung kelontong di dekat rumah Anda.

Berhubung harga rokok belum benar-benar naik setinggi harga jual eceran di Peraturan Menteri Keuangan yang baru, marilah kita bersiap menghadapinya. Kalau memang tidak mampu bertahan di rokok lama dengan harga yang begitu tinggi, ya sudah, tinggal turun kasta dan ganti tingwe kan. Yang penting bisa tetap sebats, kan?

Category : Artikel
Tags :