orang merokok

Tak Seharusnya Perokok Diharamkan Menerima Zakat

Diskriminasi terhadap perokok tak henti-hentinya bergulir. Berbagai macam bentuknya, mulai dari yang bentuk wacana maupun sampai tahap praktik. Dari yang dikenakan sanksi jutaan rupiah sampai pemecatan dari tempat kerja seperti yang dilakukan oleh Walikota Pontianak.

rokok

Tidak dihiraukan lagi bahwa rokok adalah produk legal yang dilindungi oleh konstitusi. Padahal status hokum rokok sebagai produk legal semestinya juga menghasilkan perlindungan bagi perokok, sebab yang dikonsumsi bukan barang yang ilegal.

orang merokok

Nah, menjelang hari lebaran kemarin, perlakuan diskriminatif terhadap perokok kembali muncul, kali ini melalui Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kota Bandung, Maman Abdurahman yang menyatakan bahwa zakat diberikan hanya kepada warga yang tidak merokok.

rokok

Maman Abdurahman menjelaskan bahwa rokok itu mengandung darah babi, jadi haram dikonsumsi. Karenanya mereka yang merokok tak pantas menerima zakat dari masyarakat.

Tentu sangat disayangkan, sebab ucapan tersebut tidak dilandasi oleh sikap kritis mengenai kebenaran yang ada. Yang dikutip oleh Maman adalah penelitian yang dilakukan di luar negeri. Padahal telah ada pernyataan Majelis Ulama Indonesia yang mengkaji persoalan ini dan menyatakan bahwa rokok yang beredar di Indonesia tidak ada yang mengandung darah babi.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Category : Artikel