buruh kretek

Tari Kretek, Representasi Buruh Rokok di Kabupaten Kudus

Tari kretek adalah tarian tradisional khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sejarah terciptanya tarian ini tidak lepas dari Kudus sebagai produsen rokok kretek pertama di Indonesia. Mulanya, tarian ini bernama tari mbatil. Namun karena nama mbatil tidak begitu dikenal luas, maka digantilah dengan nama tari kretek.

rokok kretek

Tari kretek diciptakan oleh Endang Tonny, pengelola Sanggar Seni Puring Sari. Tarian ini menciptakan para pekerja sedang bekerja membuat rokok, dari pemilihan tembakau sampai rokok siap dipasarkan.

rokok

Pada 3 Oktober, yang di kemudian hari ditetapkan dengan Hari Kretek Nasional, tarian ini pertama kali dipentaskan. Ketika itu berbarengan dengan peresmian Museum Kretek di Kudus.

Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan sebagai representasi buruh mbatil dan penari laki-laki sebagai representasi sebagai mandor. Buruh mbatil adalah pekerja yang kerjanya menggunting atau merapikan ujung-ujung rokok. Sementara mandor, adalah pengawas yang bertugas menyortir dan menyeleksi hasil kerja pembuatan rokok kretek.

tari kretek

Adapun atribut yang dikenakan tari kretek di antaranya: konde bernama konde ayu, cunduk (cunduk ece untuk penari usia SMP ke bawah dan cundek jepu untuk penari remaja sampai dewasa), giwang markis (sekarang diganti kalung susun berjumlah 9 yang melambangkan wali sanga), bros atau gendhem 5 (melambangkan rukun Islam), gelang lungwi, kebaya kartinian, selndang toh watu, tangen (kendit), idet, jarik, celana rancingan kuning, pek timang (sabuk) dan gesper.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto

Category : Artikel