ruang merokok

Viral Orang Merokok di KRL, Kenapa Bisa Terjadi?

Kemarin pembicaraan tentang rokok menyasar pada satu kesalahan fatal seorang perokok; merokok di dalam KRL Commuter Line. Tentu saja hal ini langsung menjadi bahasan utama tentang rokok, bahwa sudah rokok berbahaya, perokok juga tidak bermoral. Masa ya ada orang merokok di KRL yang penuhnya begitu, kan ngga punya otak kan.

Bagi saya, tidak perlu ada pembelaan terhadap perokok yang melakukan kesalahan fatal seperti ini. Ia layak dihukum karena kebodohannya, selama ya tidak bertentangan dengan aturan yang ada. Kalau cuma mau menghujat, saya kira perokok lainnya juga bisa menghujat orang tersebut. Kami ya kesal, sudah menjadi rokok santun dan berusaha meyakinkan publik bahwa perokok tidak berengsek, lah kok ya ada kejadian begini.

Namun, ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar menghujat, yakni menakar kenapa hal semacam ini bisa kembali terjadi. Sekadar mengingatkan, beberapa tahun lalu ada juga kejadian yang melibatkan perokok dan KRL beserta stasiunnya. Seorang satpam dipukul oleh perokok karena diperingati tidak boleh merokok. Ya, si perokok salah, tapi akar permasalahannya tidak bisa hanya dilimpahkan kepada orang merokok.

Pada konteks ini, tidak tersedianya ruang merokok di stasiun yang dilewati KRL menjadi salah satu faktor kunci mengapa orang-orang nekat merokok di tempat yang dilarang. Bosan menunggu kereta datang, yang waktu tunggunya bisa hingga lebih 1 jam, tentu akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk orang merokok. Sayangnya, karena tidak tersedia, mereka hanya bisa menahan asam sembari mengumpat karena kereta yang terlambat.

Seandainya, ruang merokok tersedia, tidak akan ada kasus orang merokok di KRL. Mereka akan lebih memilih melampiaskan kebutuhannya di area merokok. Kan waktu tempuh perjalanan pulang Soedirman-Bogor lumayan lama tuh, alangkah baiknya kalau bisa sebats sebelum berangkat.

Sayangnya, ruang merokok memang tidak disediakan PT KAI di stasiun-stasiun pemberhentian KRL Commuter Line. Ruang tersebut hanya ada di stasiun pemberhentian kereta jarak jauh. Dan perokok, harus bayar dua kali jika sudah masuk ke stasiun, lalu ingin sebats keluar stasiun. Sungguh merepotkan, dan tentu saja tidak berkeadilan buat perokok. Pantas saja, kejadian seperti ini masih terus berulang.

Category : Artikel
Tags :