W.S. Rendra: rokok kretek membantu kekuatan pembangunan Indonesia

W.S. Rendra (1935-2009) salah satu penyair ternama Indoensia yang kerap dijuluki sebagai “Burung Merak”. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, kemudian ia mendirikan Bengkel Teater Rendra di Depok, pada bulan Oktober 1985. Semenjak muda, Rendra juga aktif menulis cerpen dan esai di berbagai terbitan.

Rendra yang berpulang pada usia 73 tahun itu, pernah menyampaikan “pembelaaannya”¬†terhadap rokok kretek, di hadapan Sidang Mahkamah Konstitusi Perihal Pengujian UU Nomor 32 Tahun 2002 Terhadap Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945¬†pada Selasa, 28 April 2009. Berikut salah satu petikannya:

Rokok kretek. Rokok kretek itu sekarang dalam masa krismon bisa bertahan dengan baik karena cengkehnya dari dalam negeri, kertasnya dalam negeri, tembakau dalam negeri, saosnya dalam negeri, lalu konsumennya yang terbesar dalam negeri, sehingga akhirnya menjadi suatu kekuatan ekonomi yang baik. Tentu saja sebagai seniman dan budayawan saya sangat menghargai, sangat mempertimbangkan sekali proses pembangunan. Maka saya menganggap bahwa survival dari rokok kretek ini membantu kekuatan pembangunan Indonesia.

rokok indonesia

Sumber foto: Eko Susanto (Flickr)