budaya rokok

Sejarah menunjukkan, Rokok kretek adalah warisan budaya

Budaya Rokok – Masuknya rokok kretek kembali menjadi bahan perdebatan ketika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuat RUU Kebudayaan. Dalam draf RUU Kebudayaan dimasukkan kretek sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Pasal ini kemudian dihapus karena alasan “keresahan masyarakat”.

Padahal proses masuknya kretek sebagai bagian dari budaya Indonesia yang perlu perlindungan oleh Undang-undang telah melalui proses panjang dan sesuai ketentuan yang berlaku.

budaya rokok

Menurut penjelasan Wakil Ketua Badan Legislatif dai Fraksi Golkar Firman Soebagyo merupakan usulan dari Komisi X DPR yang ingin membuat UU induk untuk kebudayaan Indonesia. “Nah, dalam aturan, Komisi, Pemerintah, DPD, atau anggota dapat mengusulkan RUU,” kata Firman ketika berbincang dengan metrotvnews.com, Senin (19/10/2015).

budaya rokok

RUU yang telah dirancang di Komisi X DPR kemudian dibawa ke Badan Legislasi (Baleg) sekitar buan September lalu. RUU Kebudayaan dibahas di Baleg karena telah disepakati di tingkat Komisi dan menjadi keputusan tingkat satu untuk diharmonisasi dengan aturan-aturan yang lain.

Dalam pembahasan di Baleg, Firman mengakui menjadi salah satu orang yang memberikan dukungan masuknya kretek ke dalam RUU Kebudayaan. Kretek sebagai budaya khas Nusantara yang menjadi alasan Firman memberikan dukungan. “Karena sejarah menunjukkan, kretek itu adalah warisan budaya,” kata Anggota Komisi IV DPR itu.

budaya rokok

Berdasarkan beragam masukan dan naskah yang ada, kretek merupakan rokok khas Nusantara yang terdiri dari campuran tembakau dan cengkih. Perpaduan kedua hal itu yang membuat kretek unik, dan tidak bisa diproduksi oleh negara lain.

Foto oleh : Eko Susanto