Rokok Budaya

“YLKI Sudah Jadi Lembaga Kepentingan”

Bonhar Darma Putra, Ketua Umum Persatuan Pekerja Muslim Indonesia Sektor Rokok, Tembakau dan Minuman, menuding Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menafikkan bahwa tembakau terutama rokok kretek merupakan warisan budaya sehingga sangat wajar pemberian rokok itu merupakan pendekatan sosio-kultural seorang menteri.

Pernyataan Bonhar itu menanggapi ancaman yang disampaikan Ketua Pengurus harian YLKI, Sudaryanto, yang akan menempuh jalur hukum jika Menteri Sosial tidak menanggapi keberatan YLKI soal pemberian rokok kepada Orang Rimba di Jambi. “Dalam waktu dua minggu, surat itu tak ditanggapi, maka YLKI dan Solidaritas Advokat Publik untuk pengendalian tembakau akan mengambil langkah hokum,” kata Sudaryanto seperti dikutip JPPN.com.

“YLKI sudah jadi lembaga kepentingan,” sindir Bonhar. Sebab, tindakan YLKI ini dilakukan saat  Blomberg Initiative dan Bill dan Melinda Gates Foundation sedang mengadakan pertemuan terkait penambahan guyuran dana bagi kampanye antitembakau di Dubai. Lembaga donor ini pula yang memberikan dana segar kepada YLKI untuk melaksanakan kampanye antitembakau.

Sumber foto: Eko Susanto di Flickr