perokok

5 Trik Hemat bagi Para Perokok

Dampak dari kenaikan cukai sebesar 35% cukup membikin dompet berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Perokok “dipaksa” irit dan berperilaku hemat. Padahal, bagi para perokok yang terbiasa menemukan ide sambil merokok, batang rokok adalah messiah.

Maka dari itu, perokok perlu pandai bersiasat untuk menghemat rokok. Yang penting, kegiatan merokok tetap ada, kebutuhan hidup terus berjalan.

Lalu, bagaimana cara perokok melakukan penghematan? Begini triknya.

  1. Beralih ke produk lokal

Ada banyak rokok lokal yang sebenarnya sering dipajang di tempat perbelanjaan namun jarang dibeli. Nah, ada baiknya kamu mencobanya. Macam Tali Jagat, Grendel, Sukun, atau Lodjie.

Harganya cukup membikin kantong tidak cepat lebar. Dengan harga di bawah Rp10 ribu, kamu sudah bisa mendapatkan sebungkus rokok dengan isi 12 batang.

  1. Nongkrong dengan Kawan-kawan

Cara ini terbilang cukup jitu. Di saat mengobrol ke sana kemari, biasanya ada salah satu kawan yang meletakkan sebungkus rokok di meja. Tentu saja, kamu tidak boleh membiarkannya.

Kamu bisa memintanya. Satu dulu. Sebab, tidak mungkin pemilik rokok melarangmu untuk mengambilnya. Ya, karena itu adalah bentuk solidaritas. He he he.

  1. Berbagi Kebersamaan

Kamu jangan kaget dengan judul kebersamaan. Ini berbeda dengan trik nomor dua. Jika tadi meminta, yang ini menawarkan. Maksudnya gimana?

Misal, kalo ada kawanmu yang merokok hampir habis, sedang ditaruh di asbak, kamu bisa menawarkan diri untuk menghabiskannya. Jelas, perokok tak akan sungkan. Sebab, ini konsep kebersamaan.

  1. Beli Ketengan (Satuan)

Tak perlu ragu jika ingin berhemat. Andaikan kamu hanya punya seribu atau dua ribu tapi tetap ingin merokok, membeli satuan adalah jalan ninja.

Toh, kamu masih bisa menikmati rokok kesayangan misal Djarum. Membeli rokok satuan bisa diperoleh di toko kelontong atau terkadang warteg.

  1. Berhenti Merokok

Trik ini terbilang ekstrem. Hanya para perokok yang bermental baja dan kuat bisa melakukannya. Sebab, ini tak gampang bagi perokok yang telah menahun menjalani kehidupan dengan merokok. Padahal, jika diperhatikan, mudah untuk menjalankan.

Misal, kamu tak punya uang, ya kamu berhenti merokok. Nanti pas punya rezeki, merokok lagi. Gitu aja kok repot.

Jadi, sudah jelas, ya. Kamu bisa mempraktekkannya segera. Ingat, jangan takut untuk berhemat. Sesekali bikin pemerintah deg-degan karena pendapatan dari cukai berkurang itu perlu.

 

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :