cukai rokok

Ancaman Rokok Ilegal Dibalik Tingginya Tarif Cukai

Kebijakan tentang kenaikan cukai memasuki fase-fase mengkhawatirkan. Semua kalangan mulai cemas. Mulai dari perokok, buruh, pemilik industri hingga instrumen terkecil dari bisnis ini yaitu petani. Bahkan bukan hanya itu, secara keseluruhan ini mengkhawatirkan semua pihak di luar rantai industri ini. Sebab, dari kacamata ekonomi situasi ini akan berdampak pada angka inflasi.

Perlu diketahui, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019, pemerintah telah menaikkan cukai rokok tahun depan, dengan rata-rata kenaikan mencapai 21,56 persen, dan kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok rata-rata sebesar 35 persen.

Kekhawatiran itu juga semakin menjadi ketika adanya temuan 8 juta batang rokok ilegal oleh Bea Cukai. Belum lagi jika di hitung, negara merugi milyaran rupiah terkait adanya temuan rokok ilegal tersebut.

Kondisi ini memantik reaksi dari Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Willem Petrus Riwu. Dirinya menjelaskan bahwa kenaikan cukai akan berdampak pada meningkatnya peredaran rokok ilegal. Apalagi pemerintah belum benar-benar ketat atas peredaran rokok ilegal ini, sering kali masih kecolongan.

“Kalau sudah naik gitu, apa daya belinya akan melorot. Akhirnya rokok ilegal inilah yang nanti akan mengisi kekosongan ini, itu yang kami (khawatirkan),” ujarnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa ekonomi indonesia stagnan di angka 5 persen. Pertanda bahwa daya beli kurang kompetitif. Itulah yang menjadi dasar kekhawatiran banyak kalangan terkait kebijakan naiknya cukai. Inflasi yang akan semakin tinggi menjadi kenyataan yang akan sulit dihindari.

Sebetulnya dari kalangan pebisnis di industri ini tak mempermasalahkan kenaikan cukai. Itu wajar terjadi tiap tahunnya. Tapi angka kenaikan kali ini terlalu drastis dan tak realistis dengan keadaan ekonomi indonesia saat ini. Kenaikan cukai kali besar kemungkinan akan berdampak pada sektor-sektor lain.

Dan harusnya peredaran rokok ilegal jadi perhatian khusus pemerintah. Sebab hal yang ditakutkan adalah ketika masyarakat justru lebih memilih mengonsumsi rokok ilegal karena mahalnya harga rokok dengan cukai. Bila hal tersebut terjadi, akan membuat target penerimaan negara akan makin sulit tercapai.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :