rokok

Benarkah Asap Rokok Jadi Perantara Penularan Covid?

Pewacanaan soal rokok menyebabkan penyebaran covid-19 makin nyata adanya. Setelah dituduh melemahkan imun dan membuat orang rentan terkena, kini rokok dituduh sebagai biang keladi dari penyebaran melalui asapnya. Ya, asap rokok disebut-sebut bisa menjadi perantara penyebaran covid-19.

Wacana tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi yang mengatakan, bisa saja asap rokok menjadi wahana penyebaran. Menurutnya, asap rokok yang keluar dari paru-paru seorang penderita Covid-19 bisa menyebar ke orang lain. Hal itu kemudian membuat virus yang ada dalam tubuh seseorang menyebar ke masyarakat.

Saya sendiri amat menyayangkan hal ini disampaikan secara gegabah oleh seseorang yang punya otoritas kuat dalam urusan kesehatan. Pada konteks ini, pernyataan tersebut sebenarnya tidak didasari oleh riset dan hanya sebatas asumsi belaka. Toh pada dasarnya, penyebaran covid-19 itu terjadi karena persebaran droplet bukan karena udara.

Sialnya, pernyataan seperti di atas rawan dipercayai banyak orang. Karena ya yang memberi pernyataan wakil ketua IDI, orang-orang tentu lebih mudah percaya terkait hal ini. Meski kemudian, pernyataan ini sebenarnya dibantah juga oleh dokter yang lain.

Dilansir dari Bisnis.com, Ketua Tim Penanganan Covid-19 sekaligus Juru Bicara RS Persahabatan untuk Covid-19, dr. Erlina Burhan menjelaskan penularan utama virus corona tetap berasal dari droplet. Asap rokok, tidak akan membawa virus.

Dengan begini, jelas sudah bagaimana kelompok kesehatan yang merangkap jadi juru bicara antirokok menjadikan pandemi corona sebagai alat kampanye mereka. Padahal, di momen penting seperti ini, harusnya mereka para orang kesehatan itu fokus menanggulangi pandemi ini. Nggak perlu lah bahas-bahas perkara yang lain dulu.

Anggapan membahas rokok karena hubungannya dengan corona saya kira juga tidak tepat. Sejauh yang saya lihat di media, kebanyakan orang yang menyatakan dirinya positif corona adalah mereka yang tidak merokok. Ya itu sejauh yang saya lihat di media ya. Kalau pun ada data yang menyebut 25% pasien corona adalah perokok, artinya ya 75% yang kena bukan perokok kan?

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :