Benarkah Bahaya Rokok Lebih Dominan?

Setiap produk konsumsi pasti memiliki faktor risiko, tak terkecuali rokok. Namun, namanya juga faktor risiko, jika kemudian menyebabkan penyakit, tentu ada macam-macam faktor yang membersamainya. Tidak mungkin hanya menjadi faktor tunggal. Meskipun begitu, satu pertanyaan penting. Mengapa bahaya rokok lebih mudah ditemukan daripada manfaat rokok?

Jawabannya akan terurai dengan mudah ketika kamu mengetikkan kata “rokok” di mesin pencarian Google. Mulai dari atas hingga bawah, baik tautan artikel maupun opini lebih didominasi oleh peringatan bahaya rokok atau merokok. Peringatan tersebut bernuansa lebih ke negatif. Bahkan, sama sekali tidak ada yang positif.

Lalu, apakah memang sama sekali tak ada manfaat rokok?

Bahaya Rokok > Manfaat Rokok

Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa lebih banyak informasi mengenai bahaya rokok daripada manfaat rokok yaitu:

– Produksi Wacana oleh Kelompok Antirokok

Geliat kelompok antirokok dalam memproduksi wacana bahaya rokok terlihat gencar. Bermacam narasi yang diciptakan, muaranya hanya satu yaitu mengerdilkan rokok dan perokok. Sebenarnya ini bukan hal yang baru. Sebab, ini sudah lama didengungkan oleh kelompok antirokok.

– Manfaat Rokok Tidak Populer

Hal ini bisa terjadi karena memang kelompok antirokok terus menerus merongrong kelompok perokok. Mereka menyerang mulai dari hulu hingga hilir. Padahal, jika ditelisik lebih jauh, tidak mungkin sama sekali tidak ada manfaat merokok. Jika boleh jujur, salah satu manfaat terbesar adalah menambah pendapatan negara.

Baca Juga: Industri Rokok: Dicaci Sekaligus Dicari

– Rokok Dianggap Barang Berbahaya

Sebegitu masifnya pemberitaan dengan nada negatif kepada rokok membuat banyak orang percaya bahwa rokok adalah barang berbahaya. Padahal, mana, sih, produk konsumsi yang tidak berbahaya?

Nasi, jika dimakan berlebihan, akan menimbulkan penyakit gula. Garam, jika dikonsumsi berlebihan, akan menimbulkan penyakit darah tinggi. Dua produk di atas padahal sering sekali kita konsumsi. Andai tidak berlebihan dan tahu akan kadarnya, sebenarnya produk konsumsi pun bisa aman.

– Ancaman terhadap Kelompok Antirokok

Sebenarnya, bukan perokok yang menjadi masalah melainkan kelompok antirokok yang sumber masalah. Mereka pun sebenarnya tidak anti-anti amat. Sebagao contoh, mereka mengubah kata anti menjadi pengendalian.

Dan, kalo dilihat lagi, justru mereka bekerja sama dengan kelompok farmasi untuk menciptakan sesuatu dari olahan tembakau. Mereka bahkan mengklaim bahwa itu lebih baik dan tidak bahaya. Belum lagi arus rokok elektrik yang tampaknya memang dibiarkan untuk menandingi perokok biasa.

Aneka argumentasi atau narasi akan terus didengungkan oleh kelompok antirokok terkait bahaya rokok. Targetnya, jelas mengurangi dan membatasi hak perokok. Akan tetapi, mereka lupa bahwa karena rokok, defisit BPJS bisa tertutupi dan negara masih berharap tahun ini pendapatan dari cukai rokok meningkat.

Baca Juga: Keinginan Tak Terbatas dari Kelompok Antirokok

Komentar Anda