Benarkah Paru-paru Menghitam Karena Merokok?

Pertanyaan terbesar di abad ini, selain mana duluan antara telur dan ayam, adalah benarkah paru-paru menghitam karena merokok?

Pertanyaan ini timbul karena melihat bungkus rokok yang menggambarkan paru-paru berwarna hitam. Selain itu, sempat viral yaitu orang yang telah 30 tahun merokok, setelah didiagnosis, paru-parunya berwarna hitam.

Akan tetapi, sekali lagi pertanyaannya adalah, benarkah itu semua?

Dari laman Wikipedia, ternyata penyebab utama paru-paru hitam bukan karena merokok, melainkan menghirup debu batu bara. Dan itu berlangsung secara jangka panjang.

Ada dua bentuk perbedaan yaitu simplek dan komplek. Yang pertama, serbuknya menyebar ke seluruh paru-paru. Lalu, jika dicek menggunakan sinar X, hasilnya muncul bercak-bercak hitam.

Yang kedua, serbuknya tidak sampai menyumbat saluran pernapasan. Namun, jika dibiarkan terus menerus, menjadi fibrosis. Sehingga menyebabkan kerusakan tidak hanya di jaringan melainkan pembuluh darah.

Kejadian ini tentu saja dihinggapi oleh pekerja yang telah lama berkubang di dunia batubara. Paparan debu yang berulang dan berkala menyebabkan paru-paru hitam. Sehingga, tidak benar apabila merokok menjadi penyebab utama paru-paru menghitam.

Setiap orang yang merokok sudah pasti awas dengan tubuhnya masing-masing. Ia berdaulat penuh atas kemerdekaan tubuhnya. Maka, sudah sewajarnya pula apabila orang merokok memiliki batasan minimal kapan boleh merokok.

Oleh karena kemerdekaan tubuhnya, merokok memiliki dampak positif. Seperti membangkitkan semangat atau membuat tubuh rileks. Dampak negatifnya, jelas saja kalo perokok kehabisan rokok, semangatnya menjadi pudar.

Baca juga: Inilah Efek Merokok bagi Tubuh yang Sebenarnya

Kembali lagi ke persoalan paru-paru menghitam. Terlalu banyak stigma buruk bahwa merokok menyebabkan bla bla bla bla dan bla. Agaknya aneh. Cerita-cerita seperti seperti sebuah kaset. Diputar hingga selesai kemudian dibalik dan didengarkan sampai selesai. Begitu seterusnya.

Seharusnya yang perlu diperhatikan bukan lagi paru-paru menghitam melainkan perilaku perokok yang suka membuang puntung rokok sembarangan. Roki selalu mengingatkan dengan slogan “perokok santun”.

Merokok pada tempatnya. Buang puntung rokok juga pada tempatnya. Dengan begitu, perokok pun menghargai keberadaan manusia dan alam.

Komentar Anda
Category : Artikel