Benarkah Rokok Bisa Bikin Perut Kembung?

Di mata kelompok antirokok, segala penyakit selalu dikait-kaitkan dengan rokok. Mulai dari kanker, serangan jantung, masalah seksual, kemiskinan, hingga panu. Semuanya disangkutpautkan dengan produk ini. Ya, rokok adalah sumber segala penyakit dan permasalahan sosial. Bahkan perkembangan tagline terakhir tentang rokok cukup mengerikan, rokok membunuhmu. Ini bukan peringatan main-main, sebab tugas malaikat pencabut nyawa sudah berpindah tangan ke produk tersebut.

Pesan yang disampaikan jelas. Jangan dekat-dekat dengan rokok jika tak ingin dekat dengan maut. Padahal yang menyebabkan kematian tak hanya produk tersebut. Jika saya boleh bertanya, berapa, sih, persentase orang meninggal karena produk tersebut? Berapa persentase jika dibandingkan dengan kelaparan, kemiskinan, dan akibat perang? Kenapa hanya produk tersebut yang dikategorikan membunuhmu? Padahal asap kendaraan itu juga mengandung racun timbal dan gas emisi karbon.

Baca Juga: Tolak Revisi PP 109, Bupati Temanggung Ikut Bersuara

Ratusan penelitian ilmiah tentang manfaat rokok ternyata tidak mampu membuat akal antirokok ini terbuka. Ada manfaat, ada mudhart, begitulah Tuhan menciptakan segala hal berpasang-pasangan, bukan hanya manusia saja yang berpasang-pasangan. Rokok mengandung tar, nikotin, semuanya dijadikan karunia Tuhan untuk saling melengkapi satu sama lain. Ada obat di dalamnya, yaitu kandungan cengkeh dalam rokok kretek. Keberadaan kandungan obat ini tidak boleh disamaratakan dong, jika mau fair.

Betapa tidak, perdebatan ilmiah menyoal produk tersebut masih berlangsung, tapi kesimpulan sudah dibuat. Lalu mau dikemanakan para sepuh yang masih merokok hingga berusia ratusan tahun? Apakah rokok pilih-pilih dalam membunuh?

Perlu ditegaskan, tak bisa pula kita narasikan sebaliknya. Maksudnya, para perokok tidak bisa sesumbar mengklaim bahwa rokok dapat menyebabkan sehat, kaya raya, dan sebagainya. Saya yakin tidak akan ada perokok yang berpikir sekonyol itu.

Fakta tentang Perokok

Ada banyak fakta tak terbantahkan bahwa orang yang merokok berpuluh tahun masih sehat-sehat. Internet menyediakan banyak bukti tentang orang-orang yang sehat bugar hingga usia senja meski memilih jadi perokok. Sebut saja Fredie Blom dan Richard Overton, dua dari sekian banyak perokok yang berusia sepuh. Di Indonesia kita mengenal Mbah Gotho. Cari saja di internet nama-nama di atas, mereka meninggal karena memang sudah sepuh. 

Tetapi, ada satu daftar penyakit aneh yang konon disebabkan oleh rokok, yaitu perut kembung. Katanya, asapnya itulah yang menyebabkan kembung. Nah, sebetulnya, tidak hanya asapnya, tetapi jika kita sedang kelebihan gas dalam lambung, gas apa pun akan menyebabkan kembung. Sebetulnya begitu.

Oleh karena itu, kita tak perlu berlebihan menanggapi antirokok, cukup ditinggal main PUBG saja sudah cukup. Antirokok menggonggong, kafilah berlalu.

Baca Juga: Jangan Merokok saat Berkendara, Itu Bahaya!

Komentar Anda