Daerah Menolak Kenaikan Cukai Rokok 2021

Berbagai kabar penolakan cukai rokok 2021 datang silih berganti. Mulai dari Mojokerto, Pasuruan, Ngawi, hingga yang terbaru adalah Tegal. Para pemimpin mereka yaitu bupati serempak mengatakan bahwa sebaiknya kenaikan cukai dipertimbangkan ulang atau dibatalkan saja.

Hal ini patut dipertimbangkan. Bagaimanapun, mereka adalah orang nomor satu yang mengerti kondisi daerah dan rakyatnya. Mereka meyakini bahwa apabila terjadi kenaikan cukai rokok 2021 maka angka pengangguran akan melonjak.

Hal ini disebabkan daerah-daerah tersebut adalah penghasil tembakau. Apalagi sebagian masyarakat bekerja di industri rokok khususnya sigaret kretek tangan (SKT).

Jika tetap terjadi kenaikan cukai rokok 2021, konsumen pun mulai menimang ulang untuk membeli rokok kemasan. Sebab, sudah pasti harganya naik. Jika demikian, produksi akan menurun dan, sudah pasti banyak pekerja dirumahkan.

Padahal, apabila menegok sejenak pada tahun 2019, tarif cukai rokok sebenarnya sudah naik sebesar 23 persen. Imbasnya, terjadi kenaikan harga rokok sebesar 35 persen. Otomatis, konsumen berpikir lagi untuk membeli rokok kemasan.

Kenyataan di Lapangan

Saat ini Indonesia memasuki masa pandemi corona. Orang-orang mulai menghemat biaya untuk membeli barang, termasuk rokok. Maka, dampaknya pun mengena industri rokok. Banyak karyawan telah dirumahkan bahkan beberapa pabrik kecil terancam gulung tikar.

Baca Juga: Harga Tembakau Semakin Turun Akibat Pandemi

Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Ketika bupati sudah bertindak maka ada yang keliru dalam pengambilan kebijakan yang terjadi di pusat. Keberlangsungan ekonomi di daerah akan tersendat. Dampaknya, aliran dana ke pusat dapat terhambat.

Padahal, pemerintah pusat sedang berupaya menggenjot perekonomian negara. Cara yang dipikirkannya adalah menaikkan cukai tersebut pada 2021. Aneh sekali, pikir Roki. Menaikkan harga barang yang kemungkinan besar dapat ditinggal konsumennya.

Apalagi kini gaya hidup konsumen beralih ke tingwe. Toko-toko tembakau yang menyediakannya pun kian banyak. Memang, akhirnya perokok memiliki alternatif. Namun begitu, perokok masih ada yang ingin rokok kemasan.

Baca Juga: Tolak Kenaikan Cukai Rokok 2021

Oleh karena itu, pemerintah pusat seharusnya mendengar masukan dari para kepala daerah. Jika tidak, ancaman pengangguran di depan mata. Maka, Roki hanya ingin berbaris di samping kepala daerah. Tolak kenaikan cukai rokok 2021 sekarang juga!

Komentar Anda
Category : Kabar