Cukai rokok

Dampak Kenaikan Cukai Makin Terasa, Nasib Rantai Industri Bagaimana?

Di bulan mei ini, kebijakan pemerintah tentang kenaikan cukai rokok dan harga jual eceran (HJE) di tahun 2020 semakin terasa dampaknya. Beberapa petani di berbagai daerah, bahkan hingga penjual rokok di warung-warung mengeluh dengan semakin menurunnya omset pemasukan mereka.
Johni SH, selaku Ketua Gabungan Pabrik Rokok Malang (Gaperoma) berujar bahwa dampak kenaikan dari cukai dan harga jual eceran (HJE) tahun ini sangat terasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Memang kebijakan pemerintah terkait kenaikan cukai dan harga jual eceran bisa dikatakan merugikan banyak pihak. Bukan hanya bagi pengusaha industri tembakau, tapi juga para petani hingga buruh-buruh pabrik yang menggantungkan hidupnya dari industri ini.

Johni berujar bahwa kenaikan cukai tentu akan berpengaruh dengan penurunan jumlah produksi. Kalau sudah begitu, petani pun, yang masuk dalam golongan paling rentan dalam rantai industri ini paling merasakan dampaknya. Beberapa daerah, hasil panen tembakau mulai tak terserap. Yang terjadi, mau tak mau petani menjual hasil panen tersebut dengan harga sangat murah agar tetap terserap.

Masalah tak hanya selesai sampai di situ. Dengan adanya kenaikan harga rokok yang cukup tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, para perokok jadi beralih ke bentuk konsumsi lain. Ada yang memilih untuk beralih ke rokok elektrik, ada juga yang beralih untuk membeli rokok tanpa cukai (rokok ilegal).

Pilihan kedua, tentu sangat rentan membuat industri tembakau di Indonesia menjadi tak stabil. Semakin maraknya rokok ilegal bukan hanya merugikan negara, namun juga kalangan kecil dalam industri ini. Kalau semakin banyak masyarakat lebih memilih rokok ilegal, omset industri rokok akan berkurang. Sehingga mau tidak mau industri akan semakin menurunkan jumlah produksi, yang berujung pada semakin sulitnya petani tembakau menjual hasil panennya.

Belum lagi nasib yang akan dirasakan para buruh industri tembakau. Dengan diturunkannya jumlah produksi, tentu akan berujung pada pengurangan jumlah pekerja. Akan ada buruh-buruh yang terancam kehilangan pekerjaannya akibat dari kebijakan pemerintah ini.

Tujuan pemerintah yang katanya dengan kebijakan ini adalah untuk menurunkan jumlah perokok malah akan berujung pada menyengsarakan rakyat kecil di industri tembakau negara ini. Kedepannya, pemerintah harus lebih mempertimbangkan lagi dengan bijak tentang kenaikan cukai rokok dan harga jual eceran (HJE), itupun kalau pemerintah benar-benar serius dengan kesejahteraan para pekerja kecil dan pertani di industri ini.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :