Empat Rokok Impor yang Populer di Indonesia

Aneka rokok impor telah hadir di Indonesia sejak dulu kala. Ada beberapa yang kini menjadi favorit bagi perokok. Mereka menyukainya karena hanya olahan tembakau saja. Tanpa ada unsur rempah di dalamnya (kretek).

Popularitas rokok impor ini tidak hanya di Indonesia melainkan juga di negara lain. Oleh karena itu, kali ini, Roki ingin membahas apa saja rokok impor yang beredar di masyarakat Indonesia.

1. Lucky Strike

Pertama kali muncul ke hadapan publik pada tahun 1871. Lucky Strike yang juga dikenal sebagai Luckies adalah hasil dari olahan tembakau kunyah.

Diproduksi oleh R. A. Patterson di Virginia, Amerika Serikat yang kemudian pindah tangan ke American Tobacco Company pada tahun 1905. Lalu, Lucky Strike dilirik publik karena memiliki kekhasan yaitu sigaret non-filter.

Segmen pasar dan slogan menjadi perhatian khusus bagi Lucky Strike. Misalnya tahun 1917. Dengan slogan It’s Toasted, seakan ingin menunjukkan bahwa olahan tembakaunya dipanggang. Kemudian tahun 1920. Slogannya Reach for a lucky instead of a sweet mengambil segmen pasar kalangan perempuan.

Beragam varian Lucky Strike telah hadir ke masyarakat. Seperti varian menthol yang diberi label Green diluncurkan pada tahun 1960an. Selain itu terdapat pula Full Flavor dan Lights.

Sayangnya, dua varian terakhir, semenjak tahun 2006 dihentikan produksinya. Meskipun begitu, penikmat Lucky Strike masih bisa merasakan sensasi Lucky Strike Mild, Lucky Strike Filter, Lucky Strike Switch, atau Lucky Strike Bold.

2. Mevius

Dari Amerika Serikat, mari beralih ke Negeri Sakura, Jepang. Pada mulanya, tahun 1977, rokok ini lebih dikenal dengan sebutan Mild Seven. Namun, karena nama tersebut diadopsi oleh beberapa merek rokok, Mild Seven bertransformasi menjadi Mevius pada tahun 2012.

Mevius dikenal perokok sebagai produk charcoal filter pertama yang hadir. Selain itu, rokok impor ini masuk ke dalam kelas rokok putih premium.

Penetrasi Mevius ke Indonesia dimulai pada tahun 2013. Bersama Japan Tobacco Indonesia (JTI), rokok ini hadir dalam tiga varian yaitu Lights, Original, dan Ice Menthol.

Baca juga: Perbedaan Tembakau Impor & Tembakau ‘Importan’

3. Esse

Esse populer karena batang rokok yang lain dari biasanya. Agak pipih. Mengambil segmen pasar perempuan, rokok yang berasal dari Korea Selatan hadir di masyarakat pada tahun 1996.

Selain bentuknya yang pipih (slim), rokok ini mengandung tar dan nikotin yang cukup rendah. Di Indonesia varian rokok Esse yang populer adalah Esse Change. Sejak peluncurannya pada tahun 2015, telah terjual 300 juta batang.

Selain Esse Change, terdapat pula Esse Berry Pop. Diluncurkan pada tahun 2016, rokok ini telah terjual sebanyak 42 juta dalam kurun waktu enam bulan. Maka, tak heran Esse menjadi rokok impor alternatif terbaik bagi perokok.

4. Marlboro

Ini rokok impor yang paling populer di Indonesia. Dirilis pada tahun 1924, Phillip Morris ingin menjadikannya sebagai rokok putih nomor satu di dunia.

Slogannya berevolusi dari zaman ke zaman. Namun demikian, pasar perempuan lebih dibidik oleh Phillip Morris. Maka, tidak heran apabila slogannya macam “Mild As May” dan “Beauty Tips to Keep the Paper from Your Lips”.

Lalu, Marlboro beralih ke filter. Di titik inilah Marlboro meraih kesuksesan sehingga dikenal penikmat rokok filter di Indonesia.

Itulah empat rokok impor yang banyak diminati perokok Indonesia. Pilihanmu yang mana, nih?

Salam Sebat.

Komentar Anda