harga rokok

Harga Rokok Naik Lagi, Industri Kretek dalam Ancaman

Isu tidak sedap berembus di industri kretek. Pasalnya, pemerintah berencana menaikkan harga rokok. Tidak tanggung-tanggung menaikkan hingga Rp100.000. Angka yang, bagi para perokok dan pekerja di industri kretek, sangat tidak masuk akal.

Bagaimana mungkin negara bisa mendapat peningkatan penerimaan cukai sementara harga rokok akan naik? Otomatis, ketika harga rokok naik, tidak akan ada pembeli. Akibatnya, industri kretek terancam, penerimaan cukai tersendat.

Padahal, melihat penerimaan cukai pada pertengahan tahun ini, hanya tumbuh 36,5%. Artinya, lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Dampak paling besar dirasakan negara adalah penerimaan cukai rokok.

Jika demikian, masihkah negara bersikeras untuk menaikkan harga rokok?

Kalaupun alasannya adalah menghindari perokok anak, seharusnya regulasi yang dibikin lebih tegas. Tidak hanya kepada anak, melainkan penjualnya, toh selama yang Roki lihat, sudah banyak perokok yang menghindari untuk merokok di samping anak-anak. Menghargai orang-orang yang tidak merokok. Sebab, itulah ciri perokok santun.

Sayangnya, Roki melihat bahwa sikap pemerintah cenderung gebyah uyah atau pukul rata. Melihat satu faktor kemudian digeneralisir sehingga berusaha membuat keputusan sepihak. Tanpa mendiskusikan terlebih dahulu dengan industri yang berada di dalamnya, seperti industri kretek.

Kalau kalian tahu industri kretek memiliki banyak pekerja di dalamnya. Mulai dari hulu hingga hilir. Maka, akan ada berapa banyak pengangguran yang muncul ketika industri kretek dimatikan?

Bahkan, sebelum pandemi Virus Corona terjadi, kenaikan cukai yang diumumkan pemerintah pada Oktober 2020 berdampak kepada industri kretek. Seperti kemampuan daya beli untuk mengonsumsi rokok berkurang. Mengacu di lapangan, setidaknya 30 juta perokok berada pada golongan menengah ke bawah.

Apalagi ketika pandemi telah datang dan sampai saat ini belum usai, industri kretek menjadi salah satu industri yang terdampak. Kini, industri kretek masih membutuhkan recovery agar bisa menaikkan tingkat penjualan.

Pemerintah seharusnya memikirkan langkah strategis terhadap industri kretek. Jangan hanya melihat sisi kesehatan saja. Perlu melihat dari dua sisi bahwa industry kretek memberikan sumbangsih dari segi ekonomi, sosial, bahkan budaya bangsa.

Seperti kata Mukhammad Misbakhun, anggota komisi XI DPR mengatakan bahwa kretek memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dibandingkan negara lain. Kretek memiliki posisi tawar yang menarik baik di pasar lokal maupun internasional.

Maka, sekali lagi Roki mengimbau kepada pemerintah bahwa buatlah keputusan yang adil, jangan sepihak. Roki tidak ingin melihat industri kretek mati hanya karena keputusan yang berat sebelah.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :