Ide Halu Pemerintah tentang Kenaikan Cukai Rokok

Polemik kenaikan cukai rokok 2021 terus berlanjut. Pasalnya, hingga saat ini, pemerintah belum juga memutuskan apakah cukai rokok akan naik atau tetap. Mulai dari petani tembakau hingga seluruh stakeholder industri tembakau pun dibuat was-was. Roki pun demikian. Hanya bisa menunggu. Rumor yang beredar adalah keputusan akan ditetapkan setelah pilkada pada Desember 2020.

Akan tetapi, pemerintah berencana untuk tidak menaikkan cukai rokok yang berkategori Sigaret Kretek Tangan (SKT). Sedangkan untuk non-SKT, pemerintah tetap menaikkannya hingga 19 persen. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apakah rencana tersebut efektif baik bagi pemerintah maupun Industri Hasil Tembakau (IHT)?

Baca Juga: Benarkah Sri Mulyani Galau Kenaikan Cukai Rokok?

Ide yang Halu

Pemerintah sepertinya sedang halu. Berpikir bahwa tidak menaikkan cukai rokok untuk SKT dan tetap menaikkan untuk non-SKT tetap berdampak baik bagi penerimaan negara. Padahal, analisisnya keliru.

Dalam pernyataan Sahminudin, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) NTB, ia menjelaskan bahwa produksi rokok SKT tidak lebih dari 18 persen. Sisanya didominasi oleh Sigaret Kretek Mesin Regular (SKMR) sebesar 44 persen, SKM Light 32 persen, dan 6 persen Sigaret Putih Mesin (SPM).

Artinya, produksi SKT pun tergolong kecil. Apabila tidak dinaikkan pun sebenarnya tetap merugikan petani tembakau. Pasalnya, pembelian dan konsumsi tembakau untuk SKM tergolong tinggi. Jadi, sebenarnya sama saja. Merugikan petani tembakau dan juga industri rokok.

Baca Juga: Yang Berat Itu Bukan Rindu, tapi Kenaikan Cukai

Harapan IHT

Seharusnya, jika melihat data di atas, pemerintah tidak menaikkan cukai rokok. Sebab, kenaikan cukai rokok telah dilakukan pada tahun 2019. 23 persen cukai yang naik berimbas kepada harga rokok yang naik sebesar 35 persen. Alangkah lebih baiknya, pemerintah menyasar kenaikan cukai selain industri hasil tembakau. Toh, sama saja.

Semua industri pun sebenarnya sedang lumpuh akibat dampak covid-19. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah berpikir lebih jernih. Kenaikan cukai rokok berdampak buruk tidak hanya penerimaan negara melainkan industri padat karya. Itu belum lagi ditambah dengan ancaman peredaran rokok ilegal.

Maka, Roki meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan cukai rokok sekarang juga. Demi masa depan industri sektor IHT  yang lebih baik dan cerah.

Komentar Anda