Orang merokok

Ini Alasan Tidak Boleh Ada Aktivitas Merokok di Sekolah

Berdasar peraturan, memang tidak semua tempat umum diperbolehkan menyediakan ruang merokok. Setidaknya, dari 7 kawasan tanpa rokok, hanya ada dua yang diperbolehkan yakni tempat kerja dan tempat umum lainnya. Sementara, sekolah sebagaimana 4 lainnya, tidak diperbolehkan menyediakan ruang khusus untuk perokok ini.

Khusus untuk perkara sekolah, saya menyepakati bahwa area tersebut harus benar steril dari rokok. Setidaknya, jangan sampai ada aktivitas merokok yang terlihat di area sekolah. Kalau sudah di luar area sekolah, ya tidak apa guru merokok, tetapi tidak boleh di area sekolah.

Benar bahwa merokok adalah hak bagi setiap orang dewasa atau mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas. Tapi kemudian, ada aturan-aturan yang tentu saja harus dipahami agar dapat dipatuhi. Bahwa sekolah adalah bagian dari kawasan yang melarang aktivitas merokok, mari kita patuhi bersama.

Ada beberapa alasan yang kiranya mendukung persoalan ini. Pertama, tentu saja soal bagaimana kita mengajarkan kepada para pelajar untuk menaati peraturan. Jika ada seseorang, apalagi jika Ia adalah guru, melakukan aktivitas merokok di sekolah, tentu itu akan membuat para siswa punya alasan untuk melanggar aturan.

Boleh jadi, mengajarkan para siswa untuk melanggar aturan memang menjadi hal yang biasa di sekolah. Bukan cuma soal guru yang melanggar aturan. Tapi juga seperti kejadian sekolah yang membolehkan pelajar untuk membawa motor ke sekolah, padahal belum tentu mereka telah memiliki surat izin mengemudi. Mungkin, sekolah memang tempat yang begitu.

Selama ini, para perokok di bawah usia 18 tahun tidak pernah mendapatkan edukasi yang baik soal rokok. Mereka tidak memahami besarnya tanggung jawab sebagai seorang perokok. Apalagi, ketidakpahaman karena kurangnya edukasi itu diperparah dengan contoh negatif dari guru yang merokok di sekolah.

Para pelajar belum paham bahwa rokok adalah sebuah barang konsumsi yang memiliki potensi mengganggu kenyamanan orang lain. Karenanya, agar tidak ada masyarakat yang terganggu, hanya orang dewasa yang diperbolehkan merokok dengan asumsi mereka telah memiliki mental dan pemahaman yang cukup soal beban tadi.

Tentu saja aktivitas merokok di area sekolah jelas bukan hal yang pantas dicontohkan orang yang sudah dewasa. Nah, demi terciptanya rasa adil bagi semua pihak, ketika para pelajar tidak diperbolehkan merokok karena aturan dan batasan usia, para guru pun harusnya menaati aturan tersebut.

Jangan sampai, para pelajar memiliki alasan untuk membantah aturan batasan usia untuk merokok karena perilaku para gurunya. Jika memang kalian adalah guru yang baik, juga perokok yang santun, sebaiknya kalian beri edukasi para siswa terkait rokok. Jangan cuma melarang-larang saja, beri mereka pemahaman bahwa perokok itu tanggung jawabnya besar. Dan tanggung jawab itu dimulai dari perkara tidak merokok, sampai usia dan mentalnya cukup.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :