Jangan Merokok saat Berkendara, Itu Bahaya!

Di manapun kita berada, kita selalu terikat oleh aturan tak tertulis, sebut saja etika. Jika kamu menemui seorang merokok sambal berkendara, itu adalah bagian kecil jamaah udud yang perlu untuk diberitahu tentang etika perokok santu, salah satunya adalah jangan merokok saat berkendara.

Mengapa hal tersebut penting? Selama ini, banyak orang tak sadar bahwa merokok saat berkendara merugikan bagi pengendara yang lain. Abu rokok dan bara rokok terkadang terbang tak tentu arah menyambar pengendara yang berada di samping dan di belakang pengendara yang sedang merokok.

Beruntung jika perokok tersebut tidak dimaki, diomeli atau dikuliahi oleh penguasa jalanan, emak-emak pengendara matic sein kiri belok kanan. Mungkin di antara kamu pernah ada yang merasa dirugikan oleh ulah oknum perokok yang belum memahami etika di jalan raya dan etika merokok.

Baca Juga: Jadilah Perokok Santun Seperti Ariel Noah

Pasalnya, kebiasaan ini seringkali dijadikan generalisasi bahwa semua perokok tidak memiliki tata krama alias etika berkendara dengan tidak merokok sembarangan. Sekalipun Tindakan ini belum dijadikan aturan resmi secara nasional dalam perda KTR yang diatur dalam PP 109/ 2012, beberapa daerah menerapkan sanksi tilang kepada pengendara motor & mobil yang mengemudikan kendaraan di jalan raya sambil merokok.

Sekali pun aturan tilang terhadap pengendara yang kedapatan merokok sambil berkendara tersebut sifatnya masih kontroversial dan tarik ulur, saya menduga bahwa ada pihak yang merasa dirugikan oleh kebiasaan buruk ini. Jika abu atau bara rokok terkena bagian tubuh vital seperti mata, bayangkan resiko apa yang akan terjadi? Kebutaan sementara dan permanen. Korban abu/bara rokok bisa terganggu pandangannya, kemudian hilang keseimbangan, hingga paling fatal berdampak pada kecelakaan lalu lintas. Bayangkan, hanya karena setitik abu/bara api, nyawa seseorang harus melayang. Bahaya.

Buktikan Dirimu Perokok Santun

Dengan menggalakkan kesantunan para perokok yang sadar, harapannya kesadaran terkait etika merokok ini menjadi common sense sehingga tidak perlu lagi diatur dalam bentuk PP. Kesadaran ini adalah gerakan kolektif yang sifatnya harus dimulai dari diri sendiri. Hal ini yang perlu diminimalisir dengan partisipasi aktif dari semua perokok dalam mendukung gerakan perokok santun.

Sekali lagi, jangan merokok sambil berkendara. Hal itu akan merugikan citra perokok lainnya yang sudah menerapkan kesantunan dalam mengisap serta merugikan pengguna jalan yang lain. Ditambah lagi jika terkena sanksi tilang, bisa berabe, tuh.

Baca Juga: Ini Ciri Perokok Santun yang Harus Kamu Ketahui

Komentar Anda