Jangan Paksa Anak Kecil untuk Merokok!

Di medsos, seringkali kita temui konten-konten tak pantas yang berisikan anak kecil yang sedang merokok. Baiklah, saya sedang tidak berbicara pada indikator ranah moral sekaligus perdebatannya. Saya sedang berupaya untuk menempatkan aktivitas rokok dengan tanggung jawab sosial yang menyertainya. Sebagai seorang perokok yang mengampanyekan gerakan perokok santun, menyuruh anak di bawah usia untuk merokok adalah perbuatan yang bertentangan secara prinsipil, apalagi sampai memaksa anak untuk merokok dengan alasan apa pun.

Baca Juga: Jokowi Harus Lebih Peduli Pada Pabrik Kecil

Berdasarkan usia, anak usia 1-7 tahun adalah masa perkembangan. Masa perkembangan anak ini ditandai dengan rasa penasaran yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Orang tua adalah lingkungan terdekat sang anak. Pada usia-usia tersebut, anak akan meniru aktivitas dan ucapan yang ia lihat dan ia dengar karena kemampuan nalarnya masih belum berkembang dalam fase remaja. Jika pada fase ini seorang anak diberikan contoh tidak baik seperti diajari untuk merokok, maka yang harus bertanggung jawab terhadap sang anak adalah orang tuanya.

Orang tua sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak wajib memberikan teladan baik. Pada kasus ini, tidak merokok dekat anak merupakan kewajiban yang harus dipahami. Apabila tidak sanggup, jauhkan rokok dari jangkauan anak agar sang buah hati tidak belajar untuk melakukan aktivitas yang sama, atau memberikan pengertian bahwa ada masanya untuk dia melakukan aktivitas merokok.

Sebuah Tanggung Jawab Orang Dewasa

Sebagai orang dewasa, kita seharusnya sadar jika merokok itu adalah perkara tanggung jawab. Jangankan memaksa anak untuk melakukannya, bahkan sekadar menyuruh anak membeli rokok atau merokok di dekat anak saja sudah salah. Harusnya, kita memberi contoh yang benar pada mereka, bukan malah memaksa mereka melakukan aktivitas yang belum boleh mereka lakukan.

Video viral di medsos menunjukkan seorang bapak yang tengah menyuruh anaknya yang berusia 2 tahun untuk mengisap rokok. Pria berinisial SM (27) tersebut memaksa anaknya untuk merokok agar sang istri NH mau rujuk kembali dengannya. Diketahui pasangan tersebut baru bercerai di Pengadilan Agama setempat, pada 3 Agustus 2021. Mengetahui peristiwa tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhan Batu langsung bergerak melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Pria di dalam video itu juga dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak. 

Ada juga kasus seorang anak dipaksa mengemis dengan merokok di Jakarta. Kasus ini terkuak setelah tiga anak ditemukan menangis di bawah kolong jembatan Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat. Ketiga anak kecil tersebut mengaku dipaksa untuk menghirup lem, merokok dan minum-minuman keras, mengemis dan mencuri oleh sekelompok anak remaja yang usianya lebih tua.

Dapat kita bayangkan, gerakan perokok santun yang selama ini sudah digembar-gemborkan rusak karena ulah segelintir orang tolol yang melakukan pemaksaan merokok terhadap anak di bawah umur. Kita tentu tak habis pikir, ke mana akal sehat orang-orang yang melakukan pemaksaan tersebut.

Baca Juga: Mengapa Perokok Buang Puntung Rokok Sembarangan

Komentar Anda
Category : Artikel