Jasa Dana Rokok untuk Rumah Sakit di Malang

Perdebatan tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tidak pernah berakhir. Sebab, tak ada transparansi kepada publik yang detail mengenai penggunaan duit rokok. Padahal, merujuk cara penggunaannya telah diatur di sana. 

Misal, kepala daerah mempunyai tanggung jawab untuk kegiatan yang berasal dari DBHCHT. Aturan tanggung jawab tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222/2017 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. 

Baca Juga: Kawasan Tanpa Rokok Adalah Kawasan yang Diskriminatif

Salah satu pemanfaatannya adalah 50% untuk Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas). Dari beberapa daerah yang mendapatkan DBHCHT, Pemerintah Kabupaten Malang memaksimalkannya melalui sektor kesejahteraan sosial. Program yang dilakukan Pemkab Malang adalah membangun rumah sakit jantung. 

Kabupaten Malang, DBHCHT, dan Rokok

Jika melihat data mengenai pembangunan rumah sakit yang berasal dari DBHCHT, Kabupaten Malang bukanlah yang pertama. Ada Klinik Paru di Temanggung, Puskesmas di Blitar, Rumah Sakit Paru di Karawang, RSUD Ibnu Sina di Gresik, hingga RSUD Mataram. 

Dana yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tidak hanya ratusan juta melainkan hingga ratusan miliar. Hal ini sama halnya dengan Kabupaten Malang. Dengan DBHCHT kurang lebih Rp80 miliar, dana untuk pembangunan rumah sakit bisa mencapai setengahnya. 

Yang perlu diketahui adalah Kabupaten Malang memiliki lahan tembakau seluas 498 hektar. Tembakau yang dihasilkan pun adalah tembakau lokal dan virginia. Di sini perhatian pemkab diperlukan. Sebab, kontrol yang cermat membuat pabrik rokok tidak segan untuk mengambil tembakau dari para petani.   

Pemkab Malang tidak menampik bahwa DBHCHT sangat berguna baik bagi pembangunan Kabupaten Malang maupun kesejahteraan masyarakatnya. Dari pengakuan tersebut, hal ini membuktikan bahwa duit rokok memang berguna bagi kelangsungan hidup. 

Jika duit rokok mampu memberikan makna positif bagi dunia kesehatan, masihkah rezim kesehatan menyuplai berita negatif tentang rokok? Seharusnya, jika memang diperuntukkan pembangunan daerah, kawasan merokok di setiap daerah juga bagus. Sayangnya, beberapa daerah agaknya mengabaikan hal tersebut. Semoga Kabupaten Malang tidak mengekor apa yang telah dilakukan salah satu kota budaya di Indonesia. 

Baca Juga: Malioboro Bertepuk Sebelah Tangan pada Perokok

Komentar Anda
Category : Artikel