Kenaikan Cukai Bukan Cara Menurunkan Perokok Anak

Isu kenaikan cukai kian meningkat. Pasalnya, pemerintah khawatir perekonomian akan ambruk apabila cukai tidak naik. Ditambah lagi, jika cukai tidak naik, yang terjadi adalah perokok anak tambah banyak.

Tunggu. Adakah hubungan antara kenaikan cukai dengan perokok anak?

Roki menemukan logika yang keliru sedang dibangun oleh pemerintah. Bagaimana mungkin naiknya cukai menyebabkan menurunnya perokok anak?

Seharusnya, jika serius, dan benar-benar ingin menurunkan jumlah perokok, yang dibenahi adalah tingkat kontrol dan edukasinya. Bukan membuat kebijakan kenaikan cukai.

Kenaikan cukai sama sekali tidak berhubungan dengan turunnya perokok anak. Itu hanya memperburuk iklim industri rokok. Pabrik rokok sulit bertahan sehingga menjadikan bangkrut yang kemudian diiringi dengan naiknya pengangguran.

Jika kenyataan yang diinginkan, bukannya meningkatkan perekonomian malah memperburuk tingkat ekonomi.

Jika ingin menurunkan jumlah perokok anak, kebijakan seperti pembatasan usia perokok anak harus diperketat. Mulai juga edukasi sejak dini, misal dari keluarga. Merokok adalah aktivitas legal apabila dilakukan oleh manusia saat berusia 21 tahun.

Edukasi memang tidak melulu berkaitan dengan kebijakan. Perlu pelan-pelan dalam memberi pemahaman kepada anak. Sehingga, yang perlu dilakukan pemerintah adalah memberikan wadah yang berkualitas agar anak tidak terjebak ke dalam lingkungan merokok.

Itu baru bisa diterima. Roki pun mendukung apabila memang diberlakukan kebijakan ketat terkait pembatasan usia merokok. Lalu, kontrol yang baik kepada anak-anak.

Jadi, kenaikan cukai bukanlah alasan yang tepat untuk menurunkan prevalensi perokok anak. Apakah pemerintah tidak punya jalan lain sehingga mengkambing hitamkan jumlah perokok anak?

Atau jangan-jangan pemerintah memang ingin menekan industri rokok? Padahal, rokok, sekali lagi, adalah industri yang sangat membantu perekonomian negara.

Meskipun cukai telah dinaikkan, industri rokok tetap menyumbang 96 persen penerimaan cukai. Artinya, negara sangat bergantung pada industri rokok.

Sehingga, tidak heran apabila negara pun bernafsu ingin menaikkan cukai rokok. Apalagi melihat pertumbuhan ekonomi sejak pandemi sedang tidak bagus-bagusnya.

Jadi, pemerintah, apakah memang tidak berniat kepada rakyat? Setelah omnibus law, lalu kenaikan cukai, apa lagi?

Menurunkan harga rokok? Mbel.

Salam sebat.

Komentar Anda