Kenapa Perokok Wanita Dianggap Tabu di Indonesia?

Di Indonesia, ada salah satu aktivitas yang dianggap sangat tabu bagi wanita. Yaitu, merokok. Entah kenapa stigma yang muncul terhadap perokok wanita adalah nakal, kotor, busuk, hingga lacur. Padahal, merokok boleh dilakukan siapa saja baik laki-laki maupun wanita.

Merokok juga merupakan hak individu. Tidak aturan yang melarang bahwa wanita tidak boleh merokok kecuali ia sedang hamil. Maka, seharusnya orang-orang paham bahwa merokok merupakan kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Jenis-jenis Rokok di Indonesia

Hak Perokok Wanita

Indonesia menganut budaya ke-Timur-an. Budaya yang lekat dengan perilaku religius dan kesopanan. Lalu, apakah perokok wanita dianggap tidak religius dan menjunjung norma kesopanan? Roki pikir, jika ada yang men-judge perilaku wanita yang merokok, itu tidak adil.

Memangnya kalo wanita yang merokok trus dianggap tidak religius? Apakah wanita yang merokok sama sekali tidak sopan? Religius atau tidak, bukan dilihat perempuan merokok atau tidak, tetapi bagaimana perilaku terhadap sesama manusia.

Begitu pula dengan norma kesopanan. Tentu perokok wanita akan menghargai kesopanan ketika ia tidak merokok di samping wanita hamil atau anak-anak di bawah usia 18 tahun. Juga, tidak merokok ketika di sampingnya ada orang yang terganggu dengan asap rokok.

Maka, wanita yang merokok tidak lagi tabu. Biarkan mereka mengekspresikan caranya masing-masing. Toh, asalkan tidak sampai mengganggu sesama, bagi Roki bukanlah masalah. Justru yang jadi masalah adalah orang yang senewen dengan perokok wanita.

Apakah wanita yang merokok mengganggu pandangan mata mereka? Atau jangan-jangan mereka senewen karena alasan yang tidak jelas? Biarkan mereka merokok. Toh, tubuhnya otoritasnya. Tak perlu memarahi apalagi menyidang. Sebab, mereka bukanlah wanita hina.

Oleh karena itu, silakan merokok wahai para wanita. Tunjukkan pula bahwa perokok wanita bukanlah seperti apa yang di-stigma orang-orang. Yang penting juga, sekali lagi, merokok adalah hak setiap individu. Tidak ada pengekangan, tidak ada penghakiman karena semua orang boleh merokok.

Merokok adalah hak. Merokok adalah kebebasan. Merokok itu penting bagi penerimaan negara. Dan merokok itu bisa dilakukan oleh siapa saja yang tidak terkena aturan larangan merokok.

Baca Juga: Tipe Perokok Berdasarkan Merek Rokok, Sobat Kretekus yang Mana?

Komentar Anda
Category : Artikel