Orang merokok

Kesalahan Fatal Menilai Pandemi Corona Adalah Momen Pas Untuk Berhenti Merokok

Tak usai-usai isu rokok di cap buruk. Seperti di salah satu laman media mengatakan bahwa di tengah wabah pandemi seperti ini merupakan momen yang pas untuk berhenti merokok. Tema yang dibangun tersebut tak tanggung-tanggung diangkat berdasarkan dari ajakan salah satu organisasi nirlaba kesehatan.

Dikatakan bahwa rokok punya risiko infeksi terpapar covid-19 lebih tinggi. Padahal kita sama-sama tau bahwa tembakau serta kretek yang sejatinya ada hingga hari ini berguna untuk penyembuhan dan melindungi dari berbagai macam penyakit.

Organisasi yang bernaung di balik kesehatan itu berpendapat dengan membawa sumber dari WHO bahwa erat kaitannya antara perokok dan Covid-19. Bersamaan dengan itu disangkutpautkanlah kampanye kesehatan agar bisa menyerang rokok. Kendati hanya sebatas kampanye, tetapi tetap saja ongkos dana kampanye sebagian besar bersumber dari hasil dana rokok.

Lagipula covid dan rokok adalah dua konteks yang berbeda, tidak bisa dihubungkan secara bersamaan. Orang merokok malah justru imunnya lebih kuat karena kandungan nikotin dapat memperlambat laju penyebaran molekul virus dibanding non-perokok. Fakta ini dibuktikan dari sejumlah penelitian di Perancis, yang lengkap mengguanakan sampel data yang diambil bahwa kebanyakan di rumah sakit disana para pesien lebih banyak non-perokok dibanding yang perokok.

Kemudian laman itu pun mengatakan bahwa pengonsumsi tembakau mengalami penurunan dan jumlah perokok di Indonesia mengalami kenaikan pada para remaja. Bagaimana tidak, di negeri ini para remaja di usia sekolah (10-18 tahun) yang sebetulnya belum cukup umur untuk merokok belum dibuat ketentuan secara ketat oleh pemerintah. Seakan negara hanya menitikberatkan pada keuntungan yang diraup dari hasil penjualan pita cukai rokok tanpa peduli pada regulasi.

Hasilnya banyak para anak muda di Indonesia yang kedapatan merokok. Jika kita sebagai kaum perokok memang benar-benar sadar akan di sekeliling lingkungan ada remaja yang belum waktunya untuk merokok ada baiknya ditegur. Sebab, rokok itu hanya diperuntukkan bagi orang yang sepenuhnya sadar dan bertanggung jawab serta sudah berpenghasilan cukup.

Lalu bagaimana dengan momen yang pas untuk merokok? Biar saja kita tetap merokok, karena biar bagaimanapun ini adalah kenikmatan masing-masing individu terhadap rokok serta terus berkontribusi untuk pemasukan negara. Juga setidaknya telah membantu mendanai perihal kesehatan.

Kalau di masa pandemi seperti ini, sobat kretekus tetap stay saja di rumah, supaya aktifitas merokoknya terasa lebih nyaman. Karena satu hal, sebab tidak bisa merokok dengan tetap menggunakan masker. Kalau dibuka maskernya, malah nanti kena razia oleh petugas. Repot juga nantinya.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :