Rokok

Ahli Kesehatan Sibuk Mengurus Rokok, Bukan Corona

Ketika para ahli kesehatan di penjuru dunia tengah meneliti tentang kemungkinan peran tembakau sebagai penangkal virus corona, ahli kesehatan di Indonesia tidak begitu. Ya, di tengah perang melawan corona yang mengharuskan fokus terhadap penanganan, sebagian ahli kesehatan di Indonesia justru menyerukan perang melawan rokok.

Dalam berbagai pernyataan, ada ahli kesehatan di Indonesia yang menyebut rokok sebagai penyebar virus corona. Hal yang kemudian dibantah oleh ahli kesehatan lain. Sementara itu, anggapan bahwa produk ini menjadi peningkat kemungkinan seseorang terpapar corona pun tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena perkara imun dan penyebaran bukanlah urusan rokok.

Dalam perang menghadapi corona ini, harusnya fokus ahli dan tenaga kesehatan sepenuhnya dicurahkan pada penanganan. Pada konteks ini, penanganan terhadap pasien baik yang sudah positif ataupun dalam pengawasan, dijalankan dengan baik. Meski kemudian ada segala kekurangan, terutama dalam urusan alat kesehatan, hormat paling besar kami berikan pada mereka yang berjuang.

Sialnya, tidak semua orang kesehatan memilih fokus berjuang terhadap corona. Beberapa waktu lalu, muncul surat terbuka terhadap Presiden Jokowi yang menyatakan dukungan pada penganganan corona. Namun, isi dari tersebut justru tidak mencerminkan dukungan, melainkan permintaan agar Presiden melarang aktivitas merokok. Sungguh permintaan yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Coba bayangkan, apa gunanya menutup penjualan rokok dengan tirai di saat seperti ini? Apa gunanya melarang iklan rokok dalam penanganan Corona? Dan rumah tanpa rokok, ayolah, kalian sedang meracau atau bagaimana?

Begini, jika kalian memiliki waktu untuk membahas perkara rokok, mengapa waktu itu tidak digunakan untuk membahas penanganan Covid-19 dengan lebih serius. Misalnya, dalam perkara menekan penyebaran, mengapa tidak memberi rekomendasi kepada Presiden untuk memastikan lockdown atau karantina masyarakat?

Jika memang ada waktu, ada banyak hal yang lebih bermanfaat bagi para pemangku kepentingan di dunia kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ikatan Dokter Paru Indonesia, dan ikatan lain yang tercantum dalam surat tersebut ketimbang mengurus rokok di kala Pandemi.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :